Me Not You

Me Not You

  • WpView
    Odsłon 2,374
  • WpVote
    Głosy 411
  • WpPart
    Części 3
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja czw., cze 18, 2020
WpInfo
Fikcja
Romans
Masa remaja memang susah dimengerti. Banyak yang datang dan juga pergi. Kamu hanya perlu menjadi diri sendiri yang mau berjuang dan bersyukur setiap waktu. "Kak, tahu gak sih? Sebenernya ada loh seseorang yang ngertiin perasaan kakak saat ini." "Siapa? Kamu?" "Bukan." "Teman? Halah basi, Jun." "Bukan." "Terus? Keluarga gitu? Kamu kan tahu sendiri keadaan keluarga aku." "Bukan kok." "Ya terus siapa?!" "Diri kakak sendiri." Intinya kamu ya kamu. Kamu bukan dia apalagi mereka. Hidup kamu ya perjuangan kamu, tugas dia dan mereka cuma nyemangatin kalau enggak jatuhin kamu. Start: [12/06/2020] End: [-]
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#95
lia
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Memories in Moon
  • Eliinaa
  • Nanti Juga Sampai
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Sejenak Luka
  • Sebuah Rasa
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Nathalea

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści