We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Saki
  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 2, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Saki Alicya. Merupakan anak yatim sejak ia berumur 9 tahun. Ibunya pergi ntah kemana. Kata mendiang ayahnya, ibunya pergi sejak ia berumur 1 tahun. Di sekolah, Saki dikenal sebagai sosok pendiam dan misterius. Ia juga dikenal sebagai seorang Agoraphobia. Ia selalu pergi dan berlari dari keramaian, ia tak pernah ikut kegiatan sekolah jika berhubungan dengan keramaian. Saki sendiri sering berpikir apakah ia Agoraphobia. Dibalik sosok pendiamnya, ia juga dikenal para guru sebagai murid yang cerdas. Tak seorangpun yang mau berteman dengannya. Tapi, Saki tak peduli tentang itu. Baginya segalanya adalah palsu. Hingga tiba hari itu, hari dimana Saki percaya dan yakin bahwa 'tidak segalanya palsu'.
All Rights Reserved
#16
saki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ombrophobia (COMPLATE)
  • SYAKIRA how are you?
  • Fragments Of A Lost Happiness
  • Tersisihkan ✓
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Memory
  • Nathina (Sudah Terbit)
  • Ad Meliora || END✓

Mengurung diri dari keramaian, apa itu sebuah kesalahan? Sebuah kepingan memori dimasa kelam yang selalu berputar dipikirannya bagaikan vidio yang tengah diputar kala hujan datang. Menyalahkan dirinya atas kejadian di masa lalunya, menyalahkan dirinya yang sudah lahir ke bumi. Menutup dirinya dari semua orang, bahkan dengan keluarganya. Ombrophobia, kapan ini akan hilang? akankah bisa? Bagaimana cara menghilangkannya? Siapa saja tolong beritahu bagaimana cara melawan Ombrophobia ini? Sungguh ini benar-benar menyiksanya setiap kali hujan datang. "Dia adalah anak pembawa sial, untuk apa kau membelanya!" "Ya, ini adalah kesalahan ku, karna aku terlahir ke bumi." "Ingat, tidak ada yang namanya pembawa sial, dan lawanlah ketakutan itu." "Sungguh, ini melelahkan. Ombrophobia ini, kapan kau akan hilang dari tubuhku. Aku lelah yang selalu ketakutan saat hujan datang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines