AMO (A Christopher Vélez Fanfiction)

AMO (A Christopher Vélez Fanfiction)

  • WpView
    Reads 4,486
  • WpVote
    Votes 503
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 2, 2021
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian maka tidak ada unsur kesengajaan. Harap maklumi jika ada typo berserakan, selama typo masih bisa dibaca harap dimengerti. Jika dalam cerita ini terdapat beberapa, atau mungkin banyak kata-kata kasar, apabila ditemukan kata kata yang dimaksud diharapkan bagi pembaca (jika ada) dapat menyikapinya dengan bijak. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, sebagian yang ada di dalamnya tidak ditulis berdasarkan fakta yang ada, ini hanyalah perwakilan dari isi kepala manusia biasa yang sangat minim pengetahuan dan pengalaman. Sekian basa basi dari saya, terima kasih. Jangan lupa Untuk vote beri komentar Setelah atau sebelum membaca. Terima kasih lagi.
All Rights Reserved
#4
richardcamacho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Perjodohan (Zeesha)
  • Gone(✔)🔚
  • Only You [Slow Update]
  • Dunia Milik Shansak Yang Lain Ngontrak
  • Manusia Dingin Itu Suamiku
  • Obsess with you_(Greshan)[END]
  • Labyrinth Unidirectional Love [END]
  • GANENDRA(Tahap revisi) ✅

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines