We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AMORIZE (TELAH TERBIT)

AMORIZE (TELAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 972
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Aug 20, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kaulah akar; penunjang segala rasa yang telah tumbuh. Alasan mengapa pengembaraan ini tercipta tiada henti. Serupa noktah yang mengawali secalar garis. Merangkumku dalam rindu yang tak berkesudahan. Dan aku, ialah tunas; yang hidup atas kuasamu, atas paksamu. Tumbuh di kesintingan yang nyata. Mengais tiap jejak yang kau tinggalkan kala menjauh dariku. Kau mati. Begitu pun aku. Kita berdua habis ditelan oleh segala ketidakmungkinan dalam hidup. Aku pecundang, kaulah pemeran utamanya. Sang penggoda yang terus mencumbuku dalam harapan tak pasti. Tololnya, aku begitu berharap kau bangkit. Menyaksikanku terlelap hingga fajar. Memelukku di setiap tetes hujan yang jatuh ke bumi. Tapi, Semesta bicara. Kita tak sama. Kau sempurna, aku buta. Meski terus kudekap detak jantungmu di kesunyian malam, kau tetap tak akan pernah menjadi matahari dalam pagiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love With Ghost
  • Printemps
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Bianglala
  • Cold idol
  • Seventeen Gs    [ Blood Crystal ]
  • In the Future Without You
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • MISSION TO GET HIM - HAEWIN

Aku tak tau, tiba tiba aku terjebak. Terjebak dalam ruang waktu yang aku tak tau itu dimana. Semua terasa gelap, mencekam, dan menakutkan. Dan aku tahu, seseorang tengah memantau dan berniat jahat kepadaku. Aku takut! Aku sendiri di sini. Hingga dia hadir, menemani kesendirianku. Dia hadir, menyemangatiku unyuk melewati lika liku kisah hidupku. Kerumitan yang selalu menyeruak di setiap perjalanan hidupku. Kau tahu saat dirinya hadir. Dirinya seperti cahaya, cahaya yang menghapus gelapnya hidupku. Aku merasa hidupku lebih membaik. Tapi ternyata, lama kelamaan cahaya itu semakin meredup. Haruskan aku merelakannya dan hidup tanpa cahaya? Ataukah Harus ku pertahankan walau melawan takdir yang ada? "Terimakasih telah menemani dan menjagaku selama ini," "Tak perlu berterimakasih, sebab kamu adalah cinta sejatiku. Meski dimensi kita berbeda." ⚜⚜⚜ A story by Cicicul (Kelompok 1)

More details
WpActionLinkContent Guidelines