We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Calm Boy

Calm Boy

  • WpView
    Reads 1,403
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Hey, lo anak baru ya?" tanya Fanny dengan seragamnya yang sudah berantakan. Namun apa yang terjadi, Fanny tidak digubris bahkan ditoleh saja tidak. "Gue lagi ngomong sama lo!" tunjuk Fanny. Fanny geram, lihat saja sekarang, dirinya sangat malu karena dilihat banyak siswa lainnya. Baru kali ini ada yang berani dengan dirinya. Seperti detik yang lalu, murid yang di tunjuk oleh Fanny masih duduk manis sambil membaca buku. "Fan, udah. Kita dilihati sekarang." sahut Lena. Fanny terkenal seantero sekolah. karena prestasinya? bukan, ia terkenal karena sifat bandalnya. Bahkan bandalnya Fanny mengalahkan Bandalnya murid cowok. "Gue Adya." ucapnya lalu pergi meninggalkan Fanny yang masih berdiri dengan Lena. "Fan" panggil Lena. "Gue gak suka dipermainkan kaya gini! Len, cari tahu siapa dia." perintah Fanny lalu pergi. kepergian Fanny membuat semua siswa yang berada di kantin bisa bernapas lega. Dan sekarang, murid yang bernama Adya sedang dalam masalah. Namun satu hal yang sudah diketahui pasti oleh semuanya, yaitu kehidupan Adya, tidak akan tenang. Seorang Fanny akan memberikan warna ke kehidupan Adya. Seperti apa warna yang akan diberikan oleh Fanny? Hanya Adya yang akan merasakannya. . . . Adya Reynand Basupati . Fanny Prihansini .
All Rights Reserved
#42
future
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Namanya Sabita [Terbit]
  • Cerewet Couple [E N D]
  • SATRIA (Completed)
  • BEDA DUNIA
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Putih & Abu-abu
  • Sayang
  • ALINGGA [ SUDAH TERBIT]
  • My Senior (Senior Series 1)

Ini tentang Sabita, pemilik senyum pura-pura. Senyumnya manis, tapi ada kesedihan yang ia coba tutupi. Pindah sekolah dari Bandung ke ibu kota menjadi awal kehidupan barunya dimulai. Satu yang ia sukai saat menatap langit malam, bulat sabit. Menurutnya melihat bulan sabit sama saja melihat orang yang ia cintai tersenyum. Sabita menganggap ayahnya sedang tersenyum padanya dan mengawasi di atas sana. Disekolah baru, Sabita tak menyangka akan begitu banyak orang yang menyayanginya, sampai ia bertemu dengan penghuni bumi menyebalkan bernama Aditya. Cowok super dingin yang selalu membuatnya kesal. tapi satu yang Sabita tau, Aditya baik. _____ "Nama?" tanya cowok itu dingin. "Maksudnya, nama aku, Kak?" "Siapa lagi, hmm?" "Sabit, Kak." "Oh, Bulan." "Bukan Bulan. Nama aku Sabita, gak pake bulan sabit." "Oh, yaudah." Sabita diam. "Gak ada niatan pindah tempat?" "Siapa?" "Yang nanya. Lo, lah." "Oh, maaf." ____ "Senyum lo manis, tapi percuma kalo itu cuma pura-pura. Orang lain mungkin ketipu, tapi gue nggak bodoh." - Aditya - "Bukan pura-pura, tapi lebih baik menyembunyikan luka, dibanding mengharap belas kasihan." - Sabita -

More details
WpActionLinkContent Guidelines