Story cover for ALEA by ratipurnamasari11
ALEA
  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Aug 06, 2018
Alea Mozairah gadis yang sangat cantik, ceria, pintar dan merupakan anak dari golongan yang berada walaupun memang bukan anak dari seorang konglemerat yang hidupnya sudah terjamin. Lea hanya gadis dari seorang dosen yang mengajar di salah satu universitas swasta Jakarta.

Alea sangat mengagumi kakak kelas di sekolahnya sewaktu masih duduk di bangku kelas 7 Smp yaitu Gafaro Mahendra Prayuda laki - laki yang memiliki senyum manis yang membuat matanya menjadi kecil apabila tersenyum, memiliki paras yang rupawan dan untuk otak sih enggak secerdas Alea dan yang bikin Alea tambah suka Gafa bisa memainkan alat musik yaitu gitar ditambah suara yang sangat merdu yang sangat di nantikan Alea penampilannya setiap hari sabtu karna Gafa dan teman bandnya akan menampilkan satu buah lagu di sabtu ceria.

Dan bagaimana rasa suka Alea selama ini berbalas hingga suatu hari orang yang sangat ia cintai dan ia sayangi menghancurkan dan menjungkir balikan kehidupannya 180 derajat. Berhasilkah Alea menjalani hari - hari berikutnya dengan keadaan yang tak sama lagi mampukah ia menutup kehidupannya dengan akhir yang bahagia ?



Kamu seperti bom waktu yang akan meledak dalam hitungan detik tapi itu tidak akan terjadi jika aku bisa mengatasinya. Alea Mozairah

Kamu bagaikan pohon, yang akan selalu berdiri kokoh walaupun berkali - kali diterpa angin. Gafaro Mahendra Prayuda

Ini merupakan work pertama aku. Semoga kalian suka
All Rights Reserved
Sign up to add ALEA to your library and receive updates
or
#19glad
Content Guidelines
You may also like
Almost Us  by Dyasha09
25 parts Ongoing
Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.
You may also like
Slide 1 of 9
Ranaya cover
DRABIA [END] cover
Almost Us  cover
Persona cover
Elegi Hati cover
EPIPHANY cover
Hallo Aera  cover
ini aku cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover

Ranaya

10 parts Ongoing

Aira tak pernah menyangka keputusannya melanjutkan pendidikan jenjang SMA diluar kota malah membawanya pada sebuah pertemuan yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Hari-hari nya yang semula damai seketika berbanding terbalik ketika seseorang tiba-tiba muncul dihadapannya. Dan yang lebih mengejutkan nya lagi, seseorang itu berucap bahwa ia mengenalnya. "Haii, Aira kan." sapanya hangat dengan senyum lebar yang mengembang. Berawal dari sapaan itu hari-hari nya seolah dipenuhi akan sosok laki-laki manis itu. "Haii, kita ketemu lagi adik kecil." "Apa yang nggak gue tahu dari lo sih dek." "Kita bakal ketemu lagi dek, liat aja nanti." ****** "Abang sayang kamu Aira." Sederet kalimat yang masih teramat asing bagi Aira, apa sebenarnya ini?