Rintik Lara [END]

Rintik Lara [END]

  • WpView
    Reads 12,096
  • WpVote
    Votes 5,790
  • WpPart
    Parts 101
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 29, 2020
Menulis lebih baik dari mengungkapkan. Tidak semua rasa bisa dijabarkan dan tidak semua hati bisa terpaparkan. Untaian kata yang ditujukan untuk meluapkan semua rasa yang pernah atau belum terpenuhi. 🏅#3 - hampa "25 Maret 2020" 🏅#17 - catatan " 12 April 2020"
All Rights Reserved
#444
patahhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • PSYCHO D [END]
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • Mengenang Luka (Telah Direvisi)
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Possessive Badboy [END]
  • Malam Membiru.
  • Peka

Dua insan yang tidak pernah akur, selalu terjadi percekcokan antara mereka berdua. Hingga tidak sadar mereka menjadi dekat, dan Alam menguak sesuatu dari Ghea yang baru dia ketahui. Gadis itu...gadis keras kepala, nakal, tapi suatu waktu dia bisa melihat sisi lain gadis itu yang lemah. Satu fakta yang baru dia ketahui, dia bahkan mengenalnya sudah lama... "Cepet buka mulut lo! " pinta Alam. "Gak," "Cepet, lo keras kepala ya?!" ujar Alam dengan menekankan ucapannya. "Iya-iya," Alam menyuapinya bubur itu ke mulut Ghea tanpa perasaan, hingga membuat Ghea tidak bisa bernafas karena tersedak. Uhukk...uhukk... Dengan cepat Alam mengambil botol minumnya dari tas karena muka Ghea sudah merah, lalu diberikan ke Ghea dan tanpa berfikir ia langsung minum. "Minum-minum," 1 menit kemudian... "Lo gila ya? Lo mau bunuh gue? Gak gini caranya!" ketus Ghea sesekali batuk. "Hehehe...sorry, kalo bunuh lo gue belum ada niatan," balas Alam santai. Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines