BAIT PERTAMA

BAIT PERTAMA

  • WpView
    Reads 510
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 14, 2019
[REVISI SETELAH TAMAT] Namanya Aqillaurenza. Manusia dengan hidup kelabu, yang tak punya warna lain selain itu. Ini bukan teka-teki, karena tokoh utama tak suka bermain sembunyi-sembunyi. Ini adalah tentang manusia yang enggan mencari kunci bahagia untuk membuka gembok lukanya yang mengurung sekian lama. "Semesta, tolong lakukan apa saja supaya perempuan istimewa itu tidak merasa sendiri. Kirimkan bantuan apa saja, entah dalam wujud lembayung senja atau si mungil sabit di langit. Aku tidak ingin hujan ambil alih perihal sepinya. Sebab caranya tak pernah sinkron dengan jiwanya. Perihal rasa yang tak baik-baik saja, dibiarkan sembunyi begitu saja dibalik rinainya. Semesta, tolong bilang padanya, jangan pernah mengunci sedih yang memaksa gemboknya untuk terbuka. Semesta, Anaf sayang Qilla." -Hanis Ahnafandhi copyright © 2018
All Rights Reserved
#4
qilla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • [Complete] Fate in Chains
  • LALA
  • Eccedentesiast (Complete)
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • AILIA (COMPLETED)
  • Enemies in Flames
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana

Aqeela selalu percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tapi, bagaimana jika waktu justru membawanya kembali ke titik awal? Satu momen di hari itu membuat hidupnya berantakan. Ia merasakan penghianatan, kehilangan, dan luka. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan merenggut ingatannya, menghapus jejak masa lalu yang menyakitkan. Kini, ia hidup dalam dunia yang baru. Tenang, tanpa beban, tanpa kenangan yang menghantui. Tapi mengapa, ketika sosok itu muncul kembali dalam hidupnya, ada perasaan asing yang mengusik? Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, tetapi tetap berada di luar jangkauannya. Mohan tidak pernah berpikir akan bertemu Aqeela lagi. Apalagi dalam keadaan seperti ini, saat gadis itu bahkan tak mengingat siapa dirinya. Haruskah ia bersyukur, atau justru merasa terhukum? Saat masa lalu dan masa kini mulai bertabrakan, Aqeela dihadapkan pada dua pilihan: tetap dalam ketidaktahuan atau mencari kebenaran yang mungkin akan kembali menyakitinya. Sementara Mohan... hanya bisa berharap bahwa kali ini, takdir berpihak pada mereka. Karena cinta yang pernah tersesat di masa lalu, mungkin masih mencari jalan untuk kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines