Silent
  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 24, 2018
Seorang gadis yang ceria, ramah, dan selalu tersenyum ditengah-tengah kejamnya dunia. Seolah kesedihan tidak pernah ada didalam hidupnya. Ya itulah kesan pertama yang dilihat oleh semua orang, yang pernah ditemui Kezya Belatrix. Tapi siapa yang tahu dibalik keceriaan itu? Semua hanyalah kebohongan semata. Kezya mampu menutup rapat-rapat hatinya yang penuh dengan kekosongan. Kekosongan yang ditutup rapat-rapat oleh Kezya mampu didobrak oleh seorang laki-laki pendiam. Seantero sekolah telah mengenal sosok lelaki pendiam ini, dia bernama Edgar Mahendra. Punya sejuta pesona yang mampu membuat murid perempuan di SMA Trisakti terpukau. Awalnya Edgar tidak perduli terhadap Kezya. Tetapi, karena suatu hal yang mengharuskan Edgar dekat dengan Kezya rasa penasaran pun bermunculan dalam benak Edgar. Mampukah Edgar memahami situasi Kezya yang sebenarnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FANI : He's Edgar Erzantara
  • Gadis Pukul [COMPLETE]
  • Hopeless
  • TITIK LUKA
  • GAME OVER [TERBIT]
  • JANUARGHA
  • ZELINARKA
  • Paradise

Edgar, nama itu mungkinkah akan selalu ada di hati? Atau akan terganti? Bagaimana jika dulu aku tak mengatakan kalimat itu, apa dia masih bersama ku? Bersama? Apa bisa di katakan bersama jika status saja tak ada? Edgar itu, cowok tengil yang membuat ku tak menyukainya. Apapun yang dia lakukan akan membuat ku jengkel berkepanjangan. Sampai tak menyadari jika dia membuat ku merasa nyaman. Ini bukan tentang aku yang sedang patah hati, bukan juga tentang aku yang bersama seorang pengganti, tapi ini tentang Edgar, cowok yang akan ku akui jika dia yang ku cintai. "Lalu bolehkah aku meminta untuk kembali ke masa lalu, mengatakan jika dia orang yang membuat ku merasakan kebahagiaan itu, juga orang yang ku cintai kala itu?" "Sayang itu hanya pertemuan yang mengisi ruang, bukan pertemuan yang berakhir kebahagiaan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines