Husband (KDN)

Husband (KDN)

  • WpView
    LECTURES 93
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., août 18, 2018
Takdir seperti lembah yang memeluk dua jiwa yang melebur menjadi satu kedalam kisah tabu. untuk pertama kali, Emily Emma Johnson memuji fisik seorang pria tanpa cela. dan, untuk pertama kalinya Emily membenci sifat dalam seorang pria tanpa syarat. Emily membenci takdir, takdir yang membawa dirinya seolah jatuh ke dalam jurang hingga dirinya membisu. dan takdir yang mempertemukan dirinya dengan Daniel hingga masuk ke dalam dunia bisu yang membuat dirinya seolah merintih tertusuk pisau. kang Daniel, mungkin banyak orang yang mengaguminya tanpa melihat cela. kang Daniel, dengan mata yang menyipit ketika menampakan senyumnya. rintikan air hujan seolah menjadi saksi atas pelampiasannya, dirinya seperti psychopat dengan sebuah gunting yang bersarang pada kantungnya. hingga takdir yang mempersatukan mereka, Waktu seolah menjadi saksi bisu kisah cinta dua insan yang bertolak belakang. dan sebuah perasaan tak terduga mengalir bersama waktu dan takdir. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY]
Tous Droits Réservés
#450
hug
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • BUNGA KEMBALI
  • Gebetan || NCT 127 [END]
  • My Bride 2 (Tamat)
  • DESTINY | 운명-unmyeong
  • Since I Found You (TAMAT)
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • The Last Hope [ END ]
  • HANSELIA
  • 3| Stay Beautiful [√]
  • GRIZELLE [Completed]

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu