Hope For Longing

Hope For Longing

  • WpView
    Reads 7,691
  • WpVote
    Votes 1,202
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
Ketika sesuatu yang indah hilang dalam seketika tergantikan oleh banyak luka terutama kerinduan. Bagaikan api yang harus mencairkan es, dan ketika es itu berhasil mencair menjadi air, tugasnya adalah memadamkan api. Ketika api itu telah padam, hanya ada air yang mengalir dengan damai. Tapi ketika ombak mulai mengombang ambing air yang damai itu, seketika semuanya hancur dan hanya menyisakan puing puing harapan. Apakah harapan itu akan terwujud? Atau tidak sama sekali? *** "Sungguh, aku terlalu lemah untuk merindu sendirian tanpa kepastian pertemuan." -Giva Giferlien. "Maaf, aku meninggalkan mu bersama rindu yang kejam." -Gio Aldanio Alfaro. "One hope, you can comeback to me." *** Cerita ini mengalir seperti air tanpa perencaan, tanpa paksaan. Mungkin akan banyak kesedihan karena rindu yang mendalam. Cerita ini berdiri karena hati yang mengininkan. -DillaBoww13 Selamat membaca <33 °•••••°•••••°•••••°•••••°•••••°
All Rights Reserved
#774
percintaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • Amour (COMPLETE)
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • FRIEND ZONK
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Loving Like The Sun
  • HILANG [Segera Terbit]
  • The Secret Of Old School
  • The Bleeding Lady [completed]
  • [Complete] Fate in Chains

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines