Retak
  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 5, 2019
Bisa dibilang ini adalah buku harian gue. Tempat di mana gue bisa berkeluh kesah di saat gue engga punya seseorang untuk berbagi. Di sini gue bisa bebas mengeluarkan pikiran pikiran gue yang selama ini terpenjara dalam otak. Tentang pernikahan yang gagal, keluarga yang tidak utuh, kesendirian, kesepian, kesunyian. Semoga setelah gue menuliskan semua cerita gue, bisa sedikit mengurangi kesedihan. Semoga setelah kalian mau membaca cerita gue, ada pelajaran yang dapat kalian ambil. P.s: Alurnya maju-mundur tapi bakal ada keterangannya kalau lagi flashback. Lebih dominan narasi, karena, ya, ini lebih ke curhatan gue sih. Dah gitu aja. Selamat membaca♥
All Rights Reserved
#699
senja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayah, Ibu, Kemana Aku Harus Pulang? (On going)
  • Dancing In The Wound
  • Black Rose
  • Behind Blood Relations
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • GOD'S PLAN
  • Semesta untuk sean
  • Rendra & Lila [END]

Hallo teman-teman! Disini aku bawain cerita nih, mungkin menurut kalian agak klise. Tentang kisah hidup seseorang yang mungkin, menyedihkan? Tidak begitu menyedihkan, karena hari-harinya akan ditemani banyak orang yang menyenangkan, mungkin? Kemana dirinya harus pulang? Rumah? Tapi, bagaimana bisa dirinya merasa tidak nyaman di rumahnya sendiri? Rumah, ruang aman yang bisa jadi tempat berkeluh kesah. Bercerita tentang penatnya menanti senja yang tak kunjung datang. Menghabiskan sebagian waktu, saling mengerti satu sama lain. Apa makna "Rumah" bagi kalian?

More details
WpActionLinkContent Guidelines