My Heart

My Heart

  • WpView
    Reads 15,897
  • WpVote
    Votes 774
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2019
"lo ngapain di situ?." tanya devan ketus Elisha tersenyum ceria sehingga menampilkan deretan gigi nya yang rapih dan putih. "nungguin kamu, mau ngajak pulang bareng van." jawab Elisha tersenyum. devan memutar bola mata nya malas. "pulang aja sendiri." jawab nya lalu pergi meninggalkan Elisha Elisha domian lebih kerab di panggil Ica oleh teman teman sekolah nya, ia adalah pacar sang ketua osis, Ica selalu di acuhkan oleh devan tetapi entah kenapa Ica tetap bertahan. Ica bisa saja mencari pria yang benar benar memperlakukan nya dengan baik, tapi ia enggan cinta nya hanya untuk Devan lebih tepat nya Devan Putra Maharja. cinta memang bisa membuat seseorang yang pintar menjadi bodoh. *** kalian penasaran sama kelanjutan cerita mereka? yuk baca siapa tau suka ❤ no plagiat!! ini murni dari imajinasi saya sendiri!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • Davidson || END
  • Cold Boyfriend [Ending]
  • DRABIA [END]
  • COMPLICATED
  • DAVARA
  • ZEYA
  • Aletta
  • Sahabat Jadi Cinta [ENDING]

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines