Still Be Yours

Still Be Yours

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 30, 2018
Kisah tentang seorang yang mencoba mengembalikan sepotong memori yang hilang dari istrinya. Memori itu memang tidak banyak pun kebanyakan diisi oleh tangisan penuh derita dari wanita itu, luka yang dengan sengaja ia pahat dalam-dalam hingga tanpa sadar membuat hati yang terpahat terluka dan akhirnya seperti mati rasa. Namun, disaat hati itu telah mati rasa dengan segala perasaan di dalamnya hampir redup, ia malah berusaha dengan segala cara untuk mencuri sisa perasaan di hat itu dan mengisi kembali dengan perasaannya di seluruh bagian hingga tak sejengkal pun tersisa barang untuk pemiliknya sendiri.
All Rights Reserved
#80
merriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERAYAAN PATAH HATI
  • Psycho Husband
  • Di Antara Cinta dan Kenangan
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • The Blooming Lady [completed]
  • THE FIND LOVE
  • I Need Your Love

"Tidak semua luka harus sembuh, sebagian justru layak dikenang..." Dalam kumpulan cerpen ini, patah hati bukan sekadar akhir dari cinta, tapi sebuah perayaan-tempat kenangan, luka, pengkhianatan, dan keheningan duduk bersama dalam satu meja, meneguk air mata sebagai anggur malam. Perayaan Patah Hati menghadirkan kisah-kisah manusia yang berjalan limbung di lorong sunyi kehilangan: Seorang pria yang dihantui masa lalu mantan istrinya, hingga iblis dalam dirinya menampakkan wajah... Perempuan yang mencari makna di balik mimpi-mimpi gelap setelah kekasihnya hilang tanpa pesan... Sebuah surat yang tak pernah sampai, ditulis di antara jeda hujan dan bunyi ambulans... Dan cinta-cinta lainnya, yang menyublim dalam kata, menyakitkan namun indah dikenang. Dengan gaya bahasa yang manis dan penuh diksi metaforis, buku ini mengajak pembaca merayakan rasa sakit, menyelami kedalaman luka, dan menatap cahaya kecil di ujung sepi. Karena tidak semua patah hati harus dilupakan-sebagian dituliskan, dirayakan, dan dijadikan rumah bagi yang pernah tersesat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines