Story cover for Still by cacasalshaaa
Still
  • WpView
    LECTURES 581
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Chapitres 13
  • WpView
    LECTURES 581
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Chapitres 13
En cours d'écriture, Publié initialement août 09, 2018
Seorang gadis yang selalu terlihat ceria, ramah, dan rendah hati itu tak disangka memiliki masalalu yang cukup memilukan. Tetapi kehidupannya sangat berubah sejak ia dibawa pulang oleh kakak angkatnya yang selalu sayang padanya. Gadis itu diperlakukan layaknya seorang putri di rumah dan keluarga barunya, sehingga membuat ingatan tentang masalalunya memudar perlahan.

Gadis itu -Hazellya Aurora Calix - tidak pernah menduga bahwa ia akan memiliki perasaan lebih kepada kakak angkatnya. Bukan hanya sekedar perasaan sayang antar saudara layaknya kakak beradik, namun ini lebih ke rasa suka dan kagum. Azel sadar bahwa hal ini tak seharusnya terjadi diantara mereka. Hal tersebutlah yang membuat Azel yakin untuk memutuskan pergi kuliah di luar negeri selama 4 tahun sekaligus memberi batas antara ia dan kakaknya.

Setelah 4 tahun mengasingkan diri dan memantapkan hati, Azel akhirnya memilih pulang dan berkumpul dengan keluarganya. Tentu dengan keluarga baru yang selalu memberinya rasa aman. Bukan dengan keluarga kandungnya yang tidak pernah menginginkannya itu. Dan ditengah perjalanan, Azel tak sengaja menabrak seseorang yang ia kenal. Azel tentu sangat menenali orang itu. Dia, sahabat kakaknya.

Namun bukannya menyapa dengan baik, justru cowok itu mengeluarkan kata-kata dengan nada yang tak bersahabat. Azel akan selalu ingat itu!

Tetapi takdir memang tak bisa ditebak. Justru pertemuan yang tak disengaja itulah awal mula dari terbentuknya warna-warna baru di hidup Azel.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Still à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Untitled 2017  [Ongoing], écrit par Sandrialova
11 chapitres En cours d'écriture
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Untitled 2017  [Ongoing] cover
ABOUT YOU! [Harqeel] cover
Just Dream with you cover
AZALEA cover
CEZALINE cover
Two Hearts, One Path ~Harqeel (HIATUS)  cover
HARQEEL cover
HARQEEL cover
The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan. cover

Untitled 2017 [Ongoing]

11 chapitres En cours d'écriture

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?