Story cover for COUNTDOWN by slay-v
COUNTDOWN
  • WpView
    Reads 658,968
  • WpVote
    Votes 41,272
  • WpPart
    Parts 48
  • WpView
    Reads 658,968
  • WpVote
    Votes 41,272
  • WpPart
    Parts 48
Complete, First published May 03, 2014
"Magic is real. Trust me."

Kalau kau mengira bahwa sihir hanya ada dalam dongeng dan film yang tak masuk akal, itu berarti kau salah. Sihir itu memang ada, dan tanpa sadar, hal tersebut mungkin sudah ada pada dirimu. 

Breanne Corby, seorang yatim piatu berusia 16 tahun, tinggal berdua saja bersama kakak lelakinya, Niall. Walaupun Niall selalu melindunginya, bukan berarti Anne aman. Apalagi sejak Ia mendapat semacam kekuatan sihir sejak usianya 15 tahun. 

Lalu bagaimana dengan nasibnya selanjutnya? Apakah hanya dia yang memiliki kemampuan sihir yang tak masuk akal? Atau ada orang lain selain dirinya? 

#1 on ChloeMoretz
#1 on GreysonChance

All right reserved 
2014 © Slay-V
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add COUNTDOWN to your library and receive updates
or
#9chloemoretz
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
A Cup of Signs - Secangkir Kiasan cover
Kick It cover
BL- MAGIC STONE cover
"Cinta di balik luka" cover
Magicia Lovu(✔️) cover
Eternal Oath | Sylus • Love And Deepspace  cover
magic And Fairy power|| Lee moana//Jung jaemin cover
JENDELA RITDHA cover
The Magic Stone: Crystalball [END] cover
Magia Academy [END] cover

A Cup of Signs - Secangkir Kiasan

8 parts Complete

「Silvie memundurkan badan, tangannya mengepal menahan getar. Ya, Zale dalam perjalanan, tapi apa itu pergi atau pulang?」 Silvie menghabiskan hampir 16 tahun hidupnya di atas kursi roda dan di dalam kedai teh keluarga. Sebagai pembaca teh syrmelia yang magis, dia menyajikan dan menghibur pesta bangsawan dengan ramalan tehnya. Begitu saja hari-harinya, sampai Zale datang. Zale menghabiskan 18 tahun hidupnya sia-sia sebagai pengguna sihir logam yang buta estetika. Ketika kebutuhan hidup semakin naik, dia mendaftar menjadi pasukan kerajaan. Namun, dia harus pastikan nasibnya mujur, dan takdir membawanya ke kedai teh Silvie. Silvie dan Zale bertemu. Mereka berjanji bertemu lagi. Namun, ketika cangkir Zale menunjukkan simbol bahaya, dan Zale datang dalam keadaan yang berbeda, masihkah mereka saling percaya seperti saat bertemu hari pertama?