Book 2 of #SACUS
"Raga, lo itu cuma fatamorgana bagi gue! Lo cuma bisa bangunin imajinasi indah gue tentang milikin lo! Tapi nyatanya gue ga akan pernah bisa," Ujar Tamara seraya menatap nanar pemandangan di depannya.
"Lo bagaikan kupu-kupu yang selalu bermetamorfosis, ra. Dan gue ga bisa ngikutin perkembangan lo selama lo bermetamorfosis. Karena gue hanya fokus sama kita. Bukan lo," Ujar Raga seraya menatap dalam manik mata perempuan yang sedang menatapnya penuh dengan rasa sakit.
Rasa itu hadir, di pelantaran senja. Lalu terombang-ambing di lautan berombak. Apakah rasa itu akan menghilang seiring tenggelamnya senja?
Hanya Raga dan Ara yang tahu.
----
Ini kisah Raga Ezano Wijana yang seperti dispenser, kadang dingin, kadang juga hangat. Dan juga seorang cewek yang penyuka jus Kiwi, serta pemilik buku diary biru, bernama Tamara Afana Demara.
SILAKAN BACA DULU, JANGAN MAIN TEBAK YA HEHEHE^.^ KALIAN HARUS BACA DENGAN HATI BIAR MENGHAYATI:V
Warn : Cerita ini hasil pemikiran dan karya saya sendiri. Tidak ada unsur plagiarisme atau sebagiannya. Cerita ini murni imajinasi saya. So, hargai, terima kasih^.^
"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara
"Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?"
Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya.
Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.