Dear, Jani
  • WpView
    Reads 2,801
  • WpVote
    Votes 334
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 5, 2023
[PROSES REVISI] Jani hanyalah seorang gadis biasa yang tidak terobsesi dengan dunia maya. Akrab dengan aroma kopi juga musik sebagai teman hidupnya selama duduk di bangku perkuliahan. Tak ada yang istimewa dari dirinya, menurut Jani begitu. Tapi tidak setelah ia bertemu dengan Gio. Cowok kasar yang tidak sengaja ia temukan pingsan di saat tengah malam. Jani pikir, pertemuan itu hanya sekali, tapi ternyata tidak. Justru semesta yang membantu mengatur pertemuan mereka. Mereka terus bertemu dan akhirnya saling kecanduan. Lewat senja yang Jani kenalkan pada Gio, Gio jadi tahu betapa istimewanya Jani dimatanya. Namun bagi Gio, Jani terasa sulit digapai. Bukan jaraknya, melainkan karena hadirnya. Ia sering menghilang demi menyembunyikan rahasianya. Dan sejak mengenal Gio, Jani jadi benar-benar tidak ingin rahasianya terbongkar. --------------------------------- Copyrights©2018 By @Agnessandrn
All Rights Reserved
#509
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Senja Dalam Ingatan [Completed] [Sudah Terbit]
  • Unpredictable Love
  • Hi, Pak Dosen!
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Inspirasa
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Love Letters [END]
  • Lembayung Cinta di Langit Senja

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines