My Memori

My Memori

  • WpView
    Reads 124,876
  • WpVote
    Votes 7,509
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2023
"Satria" Ya nama itulah yang tersemat manis sebagai namaku, setelah terbangung dari tidur panjang. Ibu Yani Itulah nama wanita paruh baya yang memberiku nama, wanita yang mengulurkan tangan dalam ketakutanku. Dion Sahabat sekaligus saudaraku, dari uluran tangannyalah sehingga aku bisa keluar dari kukungan ketakutan yang selalu menjalari setiap tidurku. Tapi, setiap kalian bertanya sebenarnya "ketakutan" apa yang ku alami maka akan aku jawab. Entahlah akupun tak tau karena yang aku tau aku adalah "Satria" hanya itu!. Hay guys ini bukan cerita baru ko' cerita di "My life my disteny" aku pindahin kesini, ini cerita pertama aku, khayalan panjang pertama aku. Aku sengaja pindahin soalnya cerita yang disana sudah aku rubah sebagian tapi enggak semua ko. Ahh! jangan banya tanya baca aja ya. Warning!! Aku spesialisnya Typo dan tanda baca yang ancur sana sini jadi sing sabar yah kalau kalian mau baca.?? By ApriliaAzura
All Rights Reserved
#34
elang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Family Line
  • New Possessive Family
  • Luka Yang Selalu Datang (END & REVISI)
  • DELORA ✓
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Denaya : Tahanan Masa Lalu "The Search Of True Love And Trauma Healing"
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Dear Fenly || Un1ty
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines