Ke Surga Bersamamu

Ke Surga Bersamamu

  • WpView
    LECTURAS 764
  • WpVote
    Votos 39
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 7, 2019
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
"Assalamu'alaykum" terdengar samar ditelingaku yang masih di kamar lantai dua, ucapan yang hampir tidak pernah aku dengar. " Wa'alaykumsalam, tunggu sebentar ya mbak, ibu sama mas Lian masih diatas. Sebentar lagi turun." sambut Mbak Sri. Ternyata Mbak Sri sudah di pesani oleh Mami kalau ada tamu yang akan datang jam sembilan. Ya di pergelangan tanganku menunjukkan hari sabtu, pukul sembilan tepat tidak kurang tidak lebih. Tepat di anak tangga terakhir paling bawah aku terkejut tersandung oleh kakiku sendiri. Pemandangan dihadapanku. Di sudut ruangan terbuka lapangan basket. Seorang wanita berhijab hijau besar senada dengan baju kerja yang ia kenakan, hijab itu bahkan menutup seluruh bagian atas tubuhnya. Bawahan hitam menjulur hingga ke lantai. " Mi, ini gak salah orangnya ? tubuhnya selimut semua Mi. Kalau semua perempuan kayak dia gak perlu tukang sapu jalanan kali ya, Mi. Hahahaha." sambil berdiri dengan bantuan pegangan tangga. Mami menyikut perutku menyuruhku diam. " Mami juga bingung sih, tapi kata temen Mami anaknya baik kok, kita coba aja dulu kali ya." Mencoba tetap tenang walau wajah Mami juga terlihat seperti orang yang sangat kebingungan. "Hallo saya Nency" tangan Mami terjulur kearahnya. "Sasa, saya Sasa tante." Meraih tangan Mami dengan senyum yang manis menurutku. Aku terdorong kedepan, mata Mami mengisyaratkan agar aku pun berkenalan dengannya. Aku meraih tangannya " Li.. lian ke..ke..kaak...". Aku masih kaget dengan orang seperti ini, aku hanya pernah melihatnya di televisi dan itupun langsung aku ganti chanel karena bagiku orang seperti ini hanyalah perusak kesatuan negeri ini.
Todos los derechos reservados
#15
mualaf
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • KANALA (TERBIT)
  • Tentang Aku dan Dia
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG
  • Sebuah Takdir
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]

[Republish-Revisi] Alisya Azzahra Maudy Ayundari. Bayangkan jika seorang Badgirl masuk Pesantren? Sifatnya yang tomboy, jarang betah berada di rumah, dan sering kali mengikuti balapan dengan teman-temannya. Hingga kedua orang tuanya memutuskan sang anak untuk pindah ke sebuah Pondok Pesantren milik sahabatnya. "Papa... Alisya nggak mau masuk Pondok Pesantren! Alisya janji pasti bakal berubah paah... papa... " "Ini semua demi kebaikan kamu juga Alisya dan maaf untuk hal ini mama sangat setuju dengan keputusan papa." "Pokoknya Alisya nggak mau! TITIK!! Mama Alisya nggak mau. Mama jangan tinggalin Alisya!! Mama dengerin Alisya dulu... Ck, ish!" Dan keputusan pun telah dibuat dan tidak bisa diganggu gugat. Mau tidak mau Alisya harus menuruti permintaan kedua orang tuanya. Hingga saat Alisya tinggal di Pondok Pesantren ia bertemu dengan seorang lelaki yang ia juluki sebagai pengganggu hari-harinya. Lalu apakah sikap Badgirl nya akan berubah jika sudah tinggal di Pesantren? Dan siapakah sosok lelaki yang dimaksud olehnya? *** Muhammad Ali Yusuf Alfaidzhan Ali. Yup itu adalah nama yang sering disapa dan dikenal dikalangan Pondok Pesantren. Ali sangatlah populer dikalangan para santri dan wati di Pesantren tersebut. Dikarenakan Ali adalah sosok laki-laki yang sangat ramah, baik, dan yang lebih memesona lagi adalah akhlak dan ketampanannya. Ali selalu menampilkan senyumannya kepada siapapun dan bersikap ramah kepada siapapun. Namun ternyata dibalik senyumannya itu, Ali tidaklah nyata tersenyum bahagia. Melainkan Ali adalah sosok yang rapuh dibalik senyumannya. Ali mampu menampung kesedihan yang mendalam dan sebisa mungkin Ali menyembunyikan dalam diamnya meski sering kali Ali menangis di dalam bilik kamar seorang diri. Lalu apakah alasan Ali bersedih dan sering kali menangis? ___ Penulisan masih jauh dari kata sempurna. Mohon diingatkan apabila ada kesalahan. Selamat membaca ❤️ Cerita Oleh Nurulstyansh #fiksi-islami

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido