MiNe
  • WpView
    Reads 581
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 18, 2015
Neysha Evelyn dan Mila Oktaviani, mereka bersahabat ketika keduanya masih sangat belia. "MiNe" adalah nama persahabatan yang mereka buat. Istilah tersebut merupakan singkatan nama masing-masing dari mereka Mila&Neysha. Selain itu, arti dari kata tersebut ada "kepunyaan saya" yang mereka yakini akan menjadi doa bagi persahabatan mereka agar saling memiliki satu sama lain sampai mereka tua nanti. Persahabatan mereka berjalan dengan sangat amat baik, sampai ketika salah satu dari mereka merasakan jatuh cinta. Semenjak itu, permasalahan mulai muncul diantara mereka. Masihkan persahabatan mereka berjalan sesuai dengan janji mereka waktu kecil? Ataukah cinta yang datang itu malah membuat persahabatan mereka memburuk? Wanna know? Check this out guys! Hope you like this story :*
All Rights Reserved
#841
complicated
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Diam(End)
  • We Can't Be Friends
  • The Game
  • LOVE, LIFE AND LIES [COMPLETE]
  • I Don't Know
  • Involved
  • Queen Greta Oto (GXG)
  • With or Without You : Kita Belum Usai (SELESAI)
  • GASYA

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines