Cukup Aku

Cukup Aku

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 19, 2018
Siapa bilang punya pacar itu enak ? Siapa bilang jadi anak orang kaya itu enak ? Begitulah yang dikatakan Kara semenjak dia mengenal dunia, betapa ia membutuhkan sosok keluarga dalam hidupnya, bagaimana ia merindukan sosok teman yang ada dikala suka duka. Tidak ada yang istimewa dalam hidup Kara selain dirinya sendiri, semenjak orang orang yang dia sayangi perlahan pergi. Kisah ini adalah awal dari segalanya, kisah ini sebelum Kara mengatakan " Cukup aku untuk hidup, cukup aku untuk bahagia, aku enggak butuh orang lain, aku gak butuh kalian semua. "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • coward
  • Andira [End]
  • Bukan Kisah Novel • Tamat
  • Semut & Bintang
  • Eliinaa
  • LIKE A FOOL
  • Jangan ingin jadi aku (Hiatus Sebentar)
  • Arsyilazka
coward

Kembaran Anjani mengatakan, Anjani hanyalah gadis picik yang merebut orang-orang tersayang dari sisinya. Ketiga kakak laki-laki Anjani mengatakan hal serupa. Mereka bilang, Anjani tidak lebih dari gadis pengemis perhatian dalam keluarga. Padahal, mereka tidak pernah tau bagaimana Anjani menghabiskan hari-harinya penuh rasa sakit. Papa dan Mama yang disangka selalu berada di pihak Anjani tidak pernah benar-benar menyayanginya. Papa dan Mama hanya ingin satu hal, keduanya ingin Anjani memiliki nilai sempurna. Lantas, apa jadinya jika Anjani jatuh hati pada Jenggala, laki-laki yang berstatus sebagai sahabat dari kembarannya? Bagaimana jadinya jika laki-laki yang ia sayang, laki-laki yang diharapkan mengerti dirinya, selalu berlari untuk membela sang kembaran terlebih dahulu dibanding dirinya? "Lo tau Jan, gue mau jadi pacar lo cuma demi Aruna. Gue harap lo sadar posisi dan ngerti kalau gue nggak akan pernah beneran sayang sama lo." ••• "Gue nggak pernah minta hidup kayak gini. Gue cuma mau tidur, gue capek belajar. Gue capek nanggung beban ekspektasi Mama sama Papa, Kak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines