WITH YOU
  • WpView
    LECTURAS 49
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 22, 2020
Hal yang paling bahagia di hidupku adalah melihatmu tetap bahagia setelah kepergianku..💑 Hay..semuanya Selamat datang di ceritaku yang pertama ya Mohon maaf bila masih ada Typo, dan ceritanya masih berantakan!! Happy Reading guys😊
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • friendship of two worlds
  • Dia
  • Peliharaan penurut milik CEO kaya (15+)
  • You And My Country
  • My First Love Jeykey
  • Our Days
  • SANTRI IN LOVE
  • 𝐒𝐄𝐄 𝐔
  • Mystery (Delshel)

Hujan turun pelan di atas pemakaman yang sepi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah ikut berduka. Seorang gadis berbaju hitam berdiri kaku di depan sebuah nisan. Tangannya gemetar saat menggenggam bunga putih yang mulai layu, kelopaknya basah oleh hujan-atau mungkin oleh air matanya sendiri. Ia membiarkan air mata jatuh satu per satu, tanpa berusaha menghapusnya. "Andai waktu itu gue ada di sana..." Suaranya serak, hampir tenggelam oleh angin dan rintik hujan. "Mungkin sekarang kita masih bareng, Rel. Lo masih berdiri di samping gue-cerewet, ketawa tanpa mikir, seolah dunia nggak pernah bisa nyakitin kita." Ia menunduk, bahunya bergetar. Tanah di bawah nisan itu masih basah, masih baru-seperti luka di dadanya yang belum sempat kering. "Tenang di sana, ya," bisiknya lirih. Angin berhembus pelan, menyapu rambutnya yang basah, seolah menjawab doa yang tak pernah selesai. Hari itu adalah hari pertama tanpa Aurel- hari yang tidak pernah benar-benar dimulai, karena sebagian dari dirinya ikut terkubur di sana.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido