GULALI SENJA

GULALI SENJA

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Jutaan langkah kaki lo yang selalu gue ikuti selama ini, membawa gue pada satu kesadaran. Entah orang lain menyebutnya apa. Mungkin cinta? Terserah. Hal paling penting saat ini gue ada bersama lo, Van. Dan itu cukup." Sebelah tangan Evan terulur, meraih tengkuk Rury. Dengan membungkuk, ia mendaratkan satu ciuman di bibirnya. Rury merasakan seluruh alam semesta membisu, diam total. Hanya ada desah napas Evan, dan napasnya sendiri. Evan melepaskan ciumannya setelah beberapa saat. Mata sehitam jelaga itu menatap Rury, dan ia tak bisa menemukan pantulan dirinya di sana, ia sudah terlalu jauh tenggelam. Entah keberanian ini datang dari mana, tapi Rury merasa melakukannya pada momen yang tepat. Ia merasa, tidak ada yang perlu disesali karena ciuman barusan sudah menjawab segalanya; bahwa Evan memiliki hal dan rasa yang sama seperti miliknya. "Gue nggak tertarik sama lo." Rury bersumpah melihat percik kemarahan di mata Evan. Kebencian yang ditekan kuat-kuat. Yang lantas membuat Rury mundur selangkah tanpa sadar, terkejut bukan kepalang. "Gue ini... pembunuh." Bisik Evan dengan gigi mengertak. Rury hanya mampu menatap laki-laki yang seketika terasa asing di hadapannya dengan tatapan hampa. "Apa arti ciuman tadi?" tanya Rury akhirnya dengan suara yang dipaksa terdengar lantang. "Gue mempertegas bahwa gue nggak tertarik sama lo, bahkan setelah ciuman itu." Rury benar-benar sadar inilah akhir dari segalanya. Ia menatap Evan dengan cara itu untuk beberapa saat, mencoba menata seluruh isi hatinya, membiarkan dirinya berpikir jernih atas apa yang telah terjadi barusan. Tapi lantas dilihatnya Evan menarik kedua sudut bibirnya, membentuk senyum paling menjijikan yang pernah Rury lihat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MASTER ON THE BED
  • DIA JEVANO || END
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Without Love?
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Yes, That's Love
  • Angel
  • I Love You

Wang Yibo-konglomerat muda, tampan, dan mematikan-terkenal dengan julukan Master on the Bed. Ia bukan hanya ahli dalam dunia bisnis, tapi juga dikenal sebagai lelaki yang nyaris sempurna dalam urusan percintaan. Dingin, berwibawa, dan tak pernah tertarik pada cinta sejati-sampai takdir mempertemukannya dengan sosok yang tak terduga. Suatu malam, saat baru saja keluar dari restoran mewah ditemani barisan bodyguard, Yibo dihantam oleh seorang pria kurus dengan piyama rumah sakit yang lusuh. Pria itu lari-lari panik di trotoar, berteriak-teriak lucu sambil sesekali menatap langit dan tertawa sendiri. Sebelum Yibo sempat bicara, pemuda itu menatapnya lekat-lekat, lalu berkata dengan polos... "Kamu malaikat ya? Kok ganteng banget?" Seketika, para dokter dan suster dari rumah sakit jiwa berlarian mengejar sang pria, yang ternyata adalah pasien kabur bernama Xiao Zhan. Suasana jadi heboh, tapi Yibo hanya terpaku. Ada sesuatu yang aneh dalam tatapan Zhan-kebebasan, kepolosan, dan luka yang tak terlihat. Saat semua orang sibuk membawa Zhan kembali, Yibo tahu satu hal: pria itu telah mencuri perhatiannya. Dan untuk pertama kalinya, Tuan di Atas Ranjang jatuh cinta... bukan karena tubuh, tapi karena jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines