Story cover for Magicuhibiniu by auraraaaaaaaaaa
Magicuhibiniu
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado ago 12, 2018
Di sekolahnya, siapa yang tak mengenal Arnila Luna?

Banyak.

Sebab Luna bukan tipe orang yang dikenal melainkan mengenal. Tak apa, karena jika tidak begitu tak ada yang bisa diharapkan oleh remaja biasa-biasa semacam dirinya.

Terlalu biasa. Seperti dari pada membaca buku di perpustakaan Luna lebih sering pergi ke kantin untuk jajan. Atau dari pada hiking menjelajahi pegunungan, dia lebih senang pergi hunting di pusat perbelanjaan.

Luna terlalu biasa saja. Sama seperti teman-temannya yang lain, dia juga menyukai seseorang yang disukai orang-orang.

Biasa kan?

Ya. Seharusnya begitu.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Magicuhibiniu a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#15wfh
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
DEFENSE✓ cover
Affection Love  cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
EVANESCENT (COMPLETED) cover
WLIT [1] : When Love Isn't Talking cover
ALANAALANKA. [ ON GOING] cover
Eccedentesiast (Complete) cover
LOVE STORY QIANARRA cover
Kelas A [End] cover
Damnation Love(END) cover

DEFENSE✓

51 partes Concluida

COMPLETED✓ Cowo gesrek, tukang comment, dan jahil itu yang selalu membuat Aileen kesal setiap hari. Sering kali Aileen dan Reynald bertengkar atau beradu argumen satu sama lain. Tapi, pertemanan mereka bukan hanya sekedar bertengkar. Saling membantu dan memperhatikan juga ikut serta. Banyak yang bilang, ketika seorang cewek dan cowok selalu bertengkar akan menimbulkan perasaan. Tapi apakah itu berlaku untuk Aileen dan Reynald? Dan ketika salah satu dari mereka merasakan cinta. Apakah semesta mengizinkannya bersama? •••••••••• Saat ia jatuh cinta kembali, tapi semesta seakan melarang keras untuk mempersatukan mereka. Ketika kita yang selalu bersama, ketika satu kalimat saja bisa membuat kita berbalas argumen. Namun saat ini, bahkan untuk beradu tatap saja tidak punya keberanian. Jarak. Dia pemberi jarak itu. Bagaimana rasanya dijauhi seseorang yang bahkan kita ingin selalu berada di dekatnya?