Story cover for Princess for faiz by AnnisaAaf9
Princess for faiz
  • WpView
    Reads 442
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 442
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Aug 12, 2018
Bayi itu "Keza" 
Putri bulan untuk faiz 

Pembawa lentera dalam gulita

"Ahhh... sepertinya dia salah" faiz menghela napas, menghapus kembali sinopsis yang kini telah tertera pada layar ponselnya

"Keza semangatku... tujuan hidupku, tujuan pendidikanku, dan tujuanku agar tidak meninggalkan dunia ini" 

"Keza adalah langkahku, disaat kakiku tak lagi dapat melangkah" 

"Keza adalah pandanganku, disaat mataku tlah kabur untuk melihat" 

"Keza adalah cahayaku, disaat mataku tertutup dan tak terbuka kembali" 

"Dialah keza, putri bulanku" 

"Pembawa lentera dalam gulita" 

"Jika kau ingin melihatku roboh, sepertinya kau kecewa jika membaca tentangku, aku akan tetap berjalan, dan melewati batas kemampuanku" 

"Mungkin aku akan pergi, tapi tidak secepat ini"
All Rights Reserved
Sign up to add Princess for faiz to your library and receive updates
or
#65kerja
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 10
Albel cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
AURORA cover
F A K E ? [End] cover
dimana janji tersebut cover
AIRA [On Going] cover
Don't Talk About Money cover
ALCA STORY cover
SHADOW cover
ADYRA cover

Albel

9 parts Complete Mature

🌸 Follow dulu sebelum baca🌸 saat Alex ingin pergi tiba tiba ada suara pecah gelas,Alex pun turun dari motornya "Suara ap itu?"kata Alex bertanya tanya Alex pun mendekati jendela rumah Bella dan ternyata keluarga mereka sedang bertengkar "Dasar anak gk tau di untuk,knp Luh gk pergi aj sih,dari pada jadi beban"kata ayah nya kepada Bella dengan keras Bella terduduk diam di banyak nya beling beling yg tadi di pecahkan oleh ibu nya Bella hanya bisa menahan tangisannya "Bella dah berusaha jadi anak yg mamih,papih ingin kan Bella dah berusaha"kata Bella berusaha tegar 🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃🌸🍃 "Yah lgian kak ngapian sih bela sih jalang itu"kata Nita salah satu siswi kls ipa 1 "Spa yg loh sebut jalang?"kata ceno menaikan alis "Spa lgi kalo bukan Bella yeh kga"kata Nita dengan remeh "Luh ngomong Bella jalang trs luh ap bego?"kata Doni cuek "Maksud luh ap?Luh ngatain gw jual diri?"kata Nita memerah "Upsss sadar rupanya dia"kata ceno dengan remeh [ MAAF JIKA ADA NAMA ATAU KATA KATA YANG SAMA ATAU SAMA DENGAN NAMA TOKO NYA, TIDAK ADA MAKSUD MENJIPLAK ]