Story cover for Mereka Yang pergi by Puputfadhilahrizkiii
Mereka Yang pergi
  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 13, 2018
"Van!!!" tiba-tiba seorang lelaki dengan baju SMA datang menghampiri kami. 

"i..iya. lo siapa ya?" tanyaku kepada lelaki itu.

"Ss.. Sorry. Gue bukan manggil lo. Gue manggil dia" katanya sambil menunjuk lelaki dihadapanku.

Aku tertegun.

"HUAHAHAHA kepedean banget lo mbak. HAHAHA, aduh sakit perut gue." kata lelaki dihadapanku 
Dan kulihat lelaki yang baru datang ini sepertinya menahan mulutnya untuk tertawa.

SHIT!!!  Aku malu.
Ooh GOD...Pengen rasanya buang wajah ini ke tong sampah!! Sumpah ini ngga lucu banget. 

Aku berdehem. Sebisa mungkin mengekspresikan wajahku.
All Rights Reserved
Sign up to add Mereka Yang pergi to your library and receive updates
or
#108vania
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
PERIFER cover
VANIA AND BOYS LOVE NOVEL! cover
Viona Or Ryn || Revisi {Slow Update} cover
Garis Takdir Nesha (TERBIT) cover
TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)  cover
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
Ending Transmigrasion ? [ End ] cover
RIRI NATARI [END] cover
I Have a Crush On You cover

PERIFER

10 parts Complete

Seandainya aku masih hidup, surat ini sangat ingin aku tulis untuk saudari kembarku. Nama aslimu Sivia Anastasia Hernawan, bukan Amelia Maharani. Dan aku hanya ingin minta maaf karena keluarga kita sudah lama tak menyenangkan, seperti terakhir kamu bersama kami, Via. Semuanya tidak akan berantakan seperti ini jika saja aku sedikit pintar dengan membiarkan rencana ayah berjalan sesuai kehendaknya. Aku tidak akan memaksamu untuk mengingat semuanya karena ingatanmu mustahil untuk dikembalikan, tapi aku berjanji untuk menceritakan segalanya. Untuk berapa hal aku ingin berterimakasih kepada Tuhan, karena jika kamu mengetahui semuanya sejak kita bertemu kembali. Kamu bahkan akan meludahi wajahku dan memilih pergi. Tapi aku juga marah kepada Tuhan, karena disaat aku ingin memperbaiki semuanya, Dia malah menyuruhku untuk pulang, dan benar-benar tidak bisa kembali saling bertatapan denganmu. Maaf karena kamu harus terus berpura-pura menjadi aku dengan keadaanmu yang lupa ingatan, hidup dengan bullying, brokenhome, dendam banyak orang yang sebenarnya kepadaku dan sedikit kisah cinta manis SMA sebagai kebahagian kecil karena aku yang lenyap tanpa kabar. Aku tidak tahu bagaimana kamu harus menghentikan aktingmu sebagai seorang Sehila jika aku-pemeran utamanya saja sudah tewas lebih awal? Buat alur cerita yang lebih lengkapnya, baca aja ya. Sampe ketemu di kometar ;>