Story cover for Suche by jenpennata
Suche
  • WpView
    LECTURAS 163
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 163
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado ago 13, 2018
Paper plane, knife, and pocketwatch
It's a quest, not a game. You join, you must finish it.

Dalam sekejap malam hidup mereka berubah, dikarenakan  satu secarik kertas. Secarik kertas yang memaksa mereka untuk berubah menjadi detektif demi menemukan 'The Queen' agar tidak akan ada korban.

Waktu demi waktu, petunjuk demi petunjuk membawa mereka menjelajahi tempat yang tidak pernah mereka duga, kejadian demi kejadian mereka lalui. 

Namun, mereka terus menerus jatuh semakin dalam ke dunia yang seharusnya tidak mereka jelajahi. Mereka melalui petualangan yang tidak terduga demi memecahkan misteri yang menjadi penyebab kematian teman-teman mereka. 

Namun, mereka diberikan waktu dalam permainan ini. Apakah mereka bisa menyelesaikannya, atau justru 'The Queen' yang akan menyelesaikan mereka?

 ©2018|Zenven Nata
              
              Suche
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Suche a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#14indonesiannovel
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Senandung Kematian [Selesai] de azureblz_
45 partes Concluida
Koma untuk waktu yang panjang lalu terbangun dengan beberapa ingatan yang menghilang, hampir semua keluarganya menjadi korban dari pembunuh yang identitasnya ia sendiri tidak tahu. Namun setelah ingatan itu berangsur kembali, dia tahu apa yang tengah terjadi. Hari itu telah tiba, hari dimana nyawanya akan selalu terancam, hari dimana dia tahu jika ia telah masuk dalam permainan seorang psikopat gila. Iblis yang bahkan masih bisa bersenandung tanpa beban, saat membunuh para targetnya dengan berbagai skenario kejam. Jika dirinya tidak menemukan pembunuh keluarganya itu dalam waktu setahun setelah benar-benar pulih, dia akan mati dengan skenario paling menyakitkan seperti pembunuh itu janjikan. *** Gadis remaja yang hidup dalam neraka kesengsaraan, yang mengatasnamakan dirinya keluarga kini telah muak dengan segala siksaan. Tuntutan untuk menjadi sempurna membuatnya merasa gila! Suatu ketika, ia memilih untuk keluar dari neraka itu, namun apa yang terjadi selanjutnya? Satu-satunya! Satu-satunya pemilik neraka itu terbunuh! Lalu dirinya? Dirinya menjadi target oleh orang yang melakukan hal tersebut, pembunuh yang tersenyum lebar siap dengan segala skenario gilanya. Kedua remaja itu kemudian dipertemukan oleh takdir yang kejam, namun penuh dengan elegansi, sama-sama menjadi target seorang pembunuh namun berusaha untuk tetap berdiri tegak. Namun bagaimana jika kepercayaan mereka terhadap satu sama lain dipermainkan? Ditambah dengan banyaknya korban yang tidak bersalah, masih mampukah mereka untuk saling percaya? "Apa lo itu, sosok Humpty dumpty yang sebenarnya?!" Gadis itu menatap nyalang pemuda yang terdiam dengan tatapan kosongnya. 𝄆𝄞●─𝓢𝓮𝓷𝓪𝓷𝓭𝓾𝓷𝓰 𝓚𝓮𝓶𝓪𝓽𝓲𝓪𝓷──𝄇 Black Series 2 Baca terpisah Cover : Azureblz_ Start: 01 Feb 2021 Finish: 24 Maret 2023 Best Rank🏅: #1 - Suspense [24/10/21] #5 - Detektif [23/08/21] (Saran, sebelum baca refresh dulu, hapus cerita dan tambahkan
Truth or Die  de xtraordinary_hyun
44 partes Concluida Contenido adulto
{COMPLETED} "Persahabatan ini tercemar oleh dusta, kebohongan, dan kebusukkan manusia di dalamnya." ‐ Hwang Ye Ji • 'Permainan akan berakhir dalam tiga belas jam.' Bayangan kedua belas remaja untuk bercanda tawa saat reuni harus pupus, ketika malam reuni mereka berubah menjadi mimpi buruk. Ada pengkhianat di antara mereka. Tapi, bagaimana kalau si pengkhianatlah yang merasa terkhianati? Tiga belas orang, tiga belas rahasia, tiga belas cerita. Satu telah terkubur dalam di bawah tanah bersama sang pemilik. Menyisakan dua belas cerita untuk tiga belas jam ke depan. Han Ji Sung hanya menginginkan kejujuran di antara mereka. Tapi, siapa sangka kejujuran itu malah menjadi awal dari malam berdarah ini karena perjanjian yang ia buat dengan kegelapan? Bagaimana cara kesebelas teman lainnya bertahan hidup di antara ancaman dan amarah? Apakah mereka semua berhasil keluar dengan selamat? Mereka memiliki tiga belas jam untuk mengikuti aturan main dan tetap hidup. Tiga belas jam sampai matahari terbit. • 🔪start: {17/10/2021}🔪 🔪end: {22/01/2024}🔪 ⚠️TW: MJD (major character death), blood, murder, swearing, dark, mention of blood, suicide, mental health, use of drugs, ignorance towards mental health, mention of satanism, mention of SA (sexual assault)⚠️ 🔪highest rank achieved🔪 {22/10/2021} #7 in tod {30/10/2021} #4 in ot5 {12/11/2022} #1 in straykidsfanfiction {01/09/2023} #1 in straykidsff {19/03/2024} #1 in skzff {08/06/2024} #2 in itzyff {21/06/2024} #1 in ot8 {18/01/2025} #1 in itzyfanfiction
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] de AYA_MNK
28 partes Continúa
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Rewinds ✓ cover
When Psycho Fallin in Love cover
Senandung Kematian [Selesai] cover
Past Recording [48] | End cover
Truth or Die  cover
THE NIGHT AFTER YOU [#1 THILLER] cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Rumah Dan Teman? [END] cover
ACADEMY: HEAVEN & EARTH cover
Mistery of The Death (MOTD) - EBOOK GOOGLE PLAY cover

Rewinds ✓

33 partes Concluida

Percobaan mesin waktu yang berawal dari iseng membuat Vene dan Cindy terdampar di dimensi lain-Wozzart-beserta mesin waktu yang rusak parah berakhir dengan mereka yang terjebak dalam teka-teki yang meliputi Wozzart. *** Rasa ingin tahu dan keisengan untuk memakai mesin waktu yang merupakan teknologi tercanggih di abad 22 membuat Vene dan sahabatnya Cindy terdampar di dimensi lain-Wozzart-beserta mesin waktu yang rusak parah. Keduanya terpaksa menetap hingga mereka dapat menemukan cara untuk memperbaiki mesin waktunya dan kembali pulang. Dengan bantuan dari Tamara-cucu petinggi Wozzart, mereka mendapatkan tempat di Wozzart untuk menetap sementara waktu. Saat berpikir bahwa keadaan mereka dengan mesin waktu yang rusak adalah pengalaman terburuk, Vene dan Cindy terlibat dalam teka-teki dari ramalan yang meliputi Wozzart. Misteri, pengkhianatan, perang dan kematian; dengan masalah-masalah baru yang terus muncul di hadapan mereka, dapatkah Vene dan Cindy pulang pada akhirnya? "Haruskah aku memutar waktu lagi?" Cover design by: Stefanie Saw