Catatan Semesta

Catatan Semesta

  • WpView
    GELESEN 931
  • WpVote
    Stimmen 35
  • WpPart
    Teile 10
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Sep. 1, 2018
WpInfo
Belletristik
Action und Thriller
Kumpulan cerita pendek Sebuah perjalanan yang menjadi kenangan yang dapat menjadi sebuah pelajaran berharga. Coba sedikit luangkan waktu untuk sebuah catata yang mungkin ada dalam semesta kalian atau mungkin dapat menjadi pelajaran untuk mengatisipasi bagai mana cara menanggulangi nya. Selamat membaca aku harap membaca dengan di temani hembusan angin yang segar dan segelas kopi untuk menjadi pelengkap di saat membaca. Salam aksara dan salam pembaca.
Alle Rechte vorbehalten
#2
catatanhidup
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • [√] Memorabilia
  • Aku, Rindu Kamu Yang Cemburu [Completed]
  • SEBUAH PERJALANAN
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • SUNFLOWER
  • Simfoni
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Diary Peri Keceriaan
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Sayap di awan (true Story)

Kisah singkat ini berisi beberapa cerita pendek yang menghadirkan kenangan-kenangan masa lalu pun masa kecil yang mungkin mulai terlupakan. Kamu bisa membacanya di malam yang dingin dengan ditemani secangkir susu hangat dan cookies sebagai pemanis dan hidangan penutup hari ini. *:..。o○𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓜𝓮𝓶𝓫𝓪𝓬𝓪○o。..:* Aku melihatmu yang tengah duduk di bawah langit biru siang itu. Pakaianmu yang berantakan tetap tak mampu menutupi wajah indahmu yang terkena terpaan sinar matahari. Aku menghampirimu, lantas duduk di sebelahmu. Kamu menangis. "Apa yang harus kulakukan?" tanyamu, masih dengan isak tangis yang kian lama kian menyayat hati kecilku. "Bantu aku..." kamu menggenggam tanganku erat. Menatapku dengan lekat. "Aku telah melupakan semua kenangan indah itu. Aku tak lagi bisa mengingatnya." Suaramu tercekat saat mengatakannya. Derai air matamu membasahi tanganku. Aku turut membawamu ke dalam dekapku. Aroma rambutmu yang seperti bunga peonie menyeruak masuk ke penghiduku. Aroma yang kusukai. "Baiklah... aku akan membantumu." Tanganku menyusuri surai legam milikmu yang terasa selembut sutra. "Aku akan membantumu mengingat semua kenangan indah itu... Memorabilia." [Cerita ini hadir untuk memenuhi UNBK yang diselenggarakan WGA sebagai syarat kelulusan menjadi alumnus] 𝘔𝘺 𝘧𝘢𝘷𝘰𝘳𝘪𝘵𝘦 𝘤𝘩𝘢𝘱𝘵𝘦𝘳 - 𝘌𝘷𝘢𝘯𝘦𝘴𝘤𝘦𝘯𝘵 - 𝘒𝘢𝘵𝘢𝘴𝘵𝘳𝘰𝘧𝘦 - 𝘉𝘭𝘢𝘤𝘬 𝘙𝘰𝘴𝘦

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien