Love Sworn

Love Sworn

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sang Ratu kembali bangun dan mengambil busur panahnya yang berwarna abu kebiruan, diarahkannya kepada Kesatria haus akan darah, demi kekuasannya. Diterbangkan panah itu hingga sekerjap cahaya memancar dari ujung tajamnya. Kesatria itu berbalik, dihempaskannya panah yang diarahkan padanya. Dia tau itu hanya gertakan semata. Matanya tajam melihat wanita yang selalu disebutkan oleh rekannya sang penguasa Ravernos. "Takkan kubiarkan kau dan temanmu, Maloch!" teriak wanita bersurai perak itu dengan tangan kiri menggenggam erat teman saksi berjuangnya selama ini. "Sama denganku, Sang Ratu Elf, Tel Annas."
All Rights Reserved
#495
indonesian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Cia | end
  • Being a Good Papa [ End ]
  • We Don't Know
  • Reinkarnasi Istri CEO
  • Aku Pergi
  • [BL] Sudden Omega
  • Between Crown and Forest
  • Aurora and Cursed  Sword (Tamat)

Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis perempuan yang dituntut untuk mandiri. Dia gadis yang sudah terluka namun dia tetap tersenyum untuk orang lain. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya kuat. Dalam kisah percintaannya pun bisa dikatakan selalu gagal, dan pada suatu hari dia menemukan seorang lelaki yang sangat sayang padanya dan bisa mengerti tanpa mengatakan 'kenapa'. *** "dia siapa?" tanya gadis itu. "oh dia. Dia pacar aku" ucap lelaki itu dengan lantang. "hah? pacar?" gadis itu terheran mendengar penuturan bahwa perempuan yang berada disamping lelaki itu adalah kekasihnya. "iya dia pacar aku" jelas lelaki tersebut. "terus selama ini aku siapa kamu?" tanya gadis itu. "iya pacar. Tapi, maaf sebenarnya aku masih berharap kepada dia, aku hanya mengisi kekosongan saat dia pergi. Tapi, suatu saat dia kembali aku memilih dia dari pada kamu. Sekali lagi aku minta maaf" ujar lelaki tersebut. "mengisi kekosongan? dengan mudahnya kamu bilang gitu?" ucap gadis itu. *** Sampai dimana gadis itu berhasil membuktikan bahwa dia bisa tanpa lelaki itu. Dia pun sudah menemukan seorang lelaki yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya. "kamu gak usah pasang topeng kamu didepan aku" ucap Ravi. Ana mendongkak melihat kearah Ravi dan Ana menatapnya. "kalo mau nangis, nangis aja sayang" ucap Ravi dengan mengelus kepala Ana. Dan Ana langsung menangis tanpa suara dengan menatap Ravi. Sedangkan Ravi hanya tersenyum melihat Ana yang menangis tanpa suara. *** "Ken" panggil Ana. "maafin aku belum bisa buka hati sepenuhnya sama kamu, aku masih takut" ucap Ana. ●●●●●●●●●● bapau Allo gaiss ini cerita kedua aku setelah AngSa. Semoga kalian suka yaa. jangan lupa vote, share, dan kasih tanda kalo ada typo ya gess papaiiiii

More details
WpActionLinkContent Guidelines