Sincerity [Hiatus]

Sincerity [Hiatus]

  • WpView
    Reads 2,528
  • WpVote
    Votes 778
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 2, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
[On Going] - Revisi setelah tamat Clarisa Wijaya, gadis aneh yang harus berurusan dengan seorang Yudha Vishnu Aryasatya karena kesalahan yang tidak seberapa. Di tengah hutang yang harus ia bayar, ditambah seringnya akses pertemuan. Memunculkan rasa yang terlalu cepat menurut kebanyakan orang. Disamping itu, ada pula Raga Wiradinata yang telah mengisi hari Risa selama hampir sembilan tahun pun diam-diam terjebak friendzone dengannya. Kesalahan fatal, ketakutan akan pengungkapan rasa membuat Raga Wiradinata harus bersaing dengan pacar dari sahabatnya sendiri. Akankah Raga menyerah dengan perasaannya? Ataukah berjuang untuk mendapatkan gadis pujaannya? Dengan siapakah pula Clarisa memantapkan hatinya? Dengan orang yang baru dikenalinya? Ataukah dengan sahabatnya sedari kecil? Copyright, 2018 Yonasokta
All Rights Reserved
#51
risa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • feel blue
  • Jendela Rasa ✔
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Senja dan Jingga
  • Saling menunggu atau hanya aku? (Dirombak)
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Aku Takut Dicintai
  • Rankle [Completed]
  • What If [SUDAH TERBIT]
feel blue

Kalila telah menyukai Rafi sejak lima tahun yang lalu. Diam-diam, ia menyimpan rasa yang tak pernah padam. Rafi adalah pusat semestanya-sosok yang tak tergapai, namun selalu hadir dalam benaknya, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Kalila menyebutnya cinta, tapi sahabatnya, Mika, lebih sering menyebutnya obsesi. Katanya, Kalila terlalu melankolis untuk ukuran seorang gadis remaja. Selama lima tahun itu pula, Rafi telah berganti pacar sebanyak musim berganti. Kalila? Ia tetap berdiri di tempat yang sama: mengagumi dari kejauhan, tanpa pernah berani menyapa, apalagi berharap dibalas. Rafi bahkan mungkin tak tahu namanya. Kalila menulis puisi ataupun pantun kepada Rafi berharap perubahan dan menciptakan skenario-skenario yang hanya hidup dalam kepalanya sendiri. Namun waktu berjalan, dan hidup tak pernah menunggu. Ketika kenyataan mulai menggerus mimpinya, Kalila pun mulai bertanya: sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh? Lantas, mau diapakan perasaan Kalila sekarang ini? Haruskah ia tetap diam dalam bayang-bayang, atau justru mulai menulis kisahnya sendiri-dengan atau tanpa Rafi di dalamnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines