Uhibbuka Ya Hubby

Uhibbuka Ya Hubby

  • WpView
    Reads 30,587
  • WpVote
    Votes 1,053
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 23, 2018
"Mulai hari ini, kita putus!" Bagai tersambar petir di tengah malam yang cerah, Nabila mendapat kabar yang amat mengejutkan dari sosok lelaki yang sejak tahun lalu ini menjadi kekasihnya. Nabila menatap lelaki bernama Rayhan itu dengan mata berkaca-kaca. Hatinya perih. Apalagi ia butuh perjuangan untuk bisa sampai di Taman dan menemui kekasihnya. Dan apa yang ia terima. Putus. "Tapi kenapa, Mas? Apa aku ngelakuin kesalahan? Kalau iya, aku minta maaf. Aku nggak mau putus sama kamu, Mas." Rayhan menatap iba Nadira. Jujur, hatinya pun terluka mengatakan ini. Rayhan ingin terus bersama Nabila. Namun ia sadar, apa yang Rayhan dan Nabila jalani sejak satu tahun yang lalu, adalah kesalahan besar. Rayhan bergeming di tempatnya. Ia harus segera meninggalkan Nabila jika ingin tetap terlihat kuat. Karena Rayhan yakin, lima menit lagi air matanya pun akan jatuh jika terus melihat tatapan iba dari Nabila. Rayhan memutar tubuhnya memunggungi Nabila. Tangannya bergerak menghapus air mata yang lolos dari pelupuk matanya. Astaga, lihatlah betapa cengengnya Rayhan jika Nabila terluka atau sedih. "Kak! Kak Rayhan mau kemana?!" Teriak Nabila yang tidak ditanggapi oleh Rayhan. Nabila meluruh ke tanah. Sesuatu di dalam dadanya terasa di remas. Tangisnya benar-benar pecah. Pandangannya kabur. Ia hanya dapat melihat punggung Rayhan yang kian menjauh. "Aku membencimu!! Aku membencimu, Mas!"
All Rights Reserved
#49
cintasuci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Izinkan sekali saja
  • YANG TERPILIH
  • LimMit! (Sudah Revisi)
  • Not A Perfect Husband ✔
  • IMPOSSIBLE ✔
  • Complement Of My Life (END)
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • My Love is on Paper

Bagi Laisha, setiap waktu yang dilaluinya adalah berharga. Begitupula 8 tahun yang sudah dia habiskan untuk menjalin hubungan bersama Tian-kekasihnya. Saat segala mimpi dan harapan-harapan telah terajut begitu manis dan indahnya, kenyataannya segalanya hanya berakhir menjadi kenangan. Meski sakit, Laisha berusaha ikhlas. Bagaimanapun perpisahan memang satu-satunya jalan yang harus dia pilih di antara perbedaan dirinya dan Tian. Sekalipun rasa cinta di antara keduanya masih sama besar kapasitasnya. Seakan tidak cukup hatinya dihancurkan akan kenyataan tentang jeda di antara dirinya dan Tian. Pun semua karena ia ingin menjalankan permintaan terakhir kakaknya. Yakni menjadi ibu dari keponakannya yang baru lahir dan juga istri sambung dari kakak iparnya. Laisha seharusnya menolak itu, namun saat melihat wajah penuh harap kakaknya dalam keadaan sekarat, ia hanya mampu mengiyakannya. Laisha sudah mengorbankan cintanya dengan merelakan Tian. Namun, apakah melakukan pernikahan paksa dengan Arkan adalah keputusan benar? Karena sampai kapapun, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Liana-Kakaknya. Mau tidak mau, Laisha harus menanggung segala konsekuensi dari keputusannya sendiri.Termasuk bagaimana cara Arkan memperlakukannya. Pria itu seakan tidak pernah menganggapnya ada. Mungkinkah Laisha bisa bertahan? Atau justru dia memilih menyerah dan berakhir dengan Bian yang mencintainya setelah Tian? "Kutahu, garis takdirku telah engkau putuskan, wahai semesta. Namun izinkanlah sekali saja kau berikan akhir bahagia untukku. Hidup dengan seseorang yang akan menjadi pendampingku selamanya." _Laisha_

More details
WpActionLinkContent Guidelines