Girl's Diary

Girl's Diary

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap orang pasti punya kisahnya sendiri-sendiri. Begitupun aku. Tapi, ini bukan hanya kisahku saja. Akan ada banyak kisah yang tertoreh disini, tentunya kisah asli yang dialami oleh teman - temanku. Sebenarnya ini adalah kumpulan curhatan mereka. Eiits, tenang saja. Sebelum aku membuat ini aku sudah meminta ijin kok. Cuma beberapa orang tepatnya. Mungkin ada pelajaran yang bisa dipetik. Yang merasa nasibnya sama, its oke, jadikan itu sebagai penghias masa lalumu aja.
All Rights Reserved
#13
berlalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Penghianatan seorang Sahabat [Complited]
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Embun Pagi
  • Antara Dendam dan Cinta
  • ALVIN (On Going)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines