JA(T)UH

JA(T)UH

  • WpView
    Reads 2,244
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 24, 2019
Berisi kumpulan sajak dari penulis-penulis luar biasa. Sebagai bentuk ungkapan tentang perasaanku kepada seseorang, entah yang membuatku jatuh, terluka, kecewa dan tak jarang juga memberi rasa bahagia. Tentang seseorang yang aku cintai jauhnya. Aku damba hadirnya. Pada sapa hangatnya. Pada rindunya. Pada suaranya. Pada halhal yang tak mudah aku sentuh. Pada tubuh yang sangat ingin aku rengkuh. Ah, sudahlah. Intinya ini kata-kata yang aku suka. Penuh kesenduan. Titik.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Hurt Inside
  • Kepada Rindu Yang Semestinya
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Coretan Hitam
  • harapan yang pupus
  • PROSA
  • Sasmita Nivriti

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines