Destiny? [Re-published]

Destiny? [Re-published]

  • WpView
    Reads 445
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 3, 2020
[NEW VERSION] Someone say that, "We will never be able to guess who we will be destined for." Dan itu terbukti, bahwa Alea pun juga tidak dapat menduga bahwa, pada siapa akhirnya dia ditakdirkan. Berawal dari dendam, kesalahpahaman, dan hal lainnya yang tidak pernah Alea duga, bahwa kehidupan nya benar-benar berubah. Semenjak, ia bertemu dengan seseorang yang ia sangat cintai atau lebih tepatnya mereka saling mencintai. Tapi sayangnya, takdir berkata lain... *** [P.S.] : (Ada beberapa kata kasar dan non baku!!!) Yang penasaran langsung simpan di library nya. Karena cerita ini awalnya mungkin agak boring atau gimna, tapi di jamin kalau baca sampe akhir gak mengecewakan :))) ~Slow update~ Copyright © August 2018 / Ma Lemon
All Rights Reserved
#144
fiance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Kanaya & Devano [END]
  • STARLIT REVERIES
  • Ex or New? [REVISI]
  • Mental Disease
  • Sorry, I love you ✔
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]
  • Destiny(Selesai)✔️
  • RANZARES
  • CAUSE I'M A NERD ! [END]

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines