Emilang (HENDALL)

Emilang (HENDALL)

  • WpView
    Reads 1,061
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 20, 2018
Menurut Emi perbedaan sepuluh tahun adalah segalanya Menurut Elang perbedaan sepuluh tahun bukanlah segalanya Emi disukai karena pembawaannya tenang dan ramah ketika mengajar di SMA Nusa Citra Elang disukai karena cowok populer yang asik sekaligus ketua tim basket di SMA Nusa Citra Lalu bagaimana tanggapan Emi ketika Elang yang bukan satu-satunya pria di muka bumi ini menyatakan cintanya? Dan bagaimana Elang meyakini Emi jika cinta tidak dilihat dari jarak umur dan tanggapan masyarakat, tapi dari hati mereka yang berbicara. "Miss," "Apa?" "Cuman mau mastiin, itu hatinya udah buat saya 'kan?" "Kalo enggak gimana?" "Yaudah saya berjuang lagi." "Nggak takut gagal?" "Enggak. Saya kan pejuang, berjuang buat hati Miss adalah kerjaan saya. Karena cinta sepadan itu untuk diperjuangkan meskipun gagal berulang kali." -Emilang-
All Rights Reserved
#50
elang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)
  • WHO ?
  • ONE MORE
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines