Story cover for Titik Temu by sedotanescendol
Titik Temu
  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Aug 14, 2018
Namanya Kevin. Mahasiswa semester 7 di salah satu kampus berlabel "Negeri" yang ada di Makassar. Selain akademisi, ia adalah seorang aktivis yang dikagumi oleh beberapa mahasiswa disana. 

Sejak menjomblo selama 3 tahun ini. Cinta kevin ada pada perjuangannya dalam keadilan. Namun, ketika takdir mempertemukannya kepada cinta pada seseorang. 

"Apa salah? seorang aktivis untuk jatuh cinta?"
- Kevin, 21 tahun, Menteri Sosial dan Politik BEM FE
All Rights Reserved
Sign up to add Titik Temu to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Nadi Membenci Hati  cover
Terjebak Kata Sahabat [COMPLETED] cover
Balance Shee(i)t [END] cover
Kamu, Sekejap Mata ✅ cover
KKN (Kisah Kasih di Nagari) cover
You Are My Treasure cover
Sedekat Nadi cover
CWTCH cover

Nadi Membenci Hati

40 parts Ongoing

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?