Kontradiktif Hati - Tentang Rasa ((:

Kontradiktif Hati - Tentang Rasa ((:

  • WpView
    Reads 361
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 3, 2018
WpInfo
Poetry
Rasa. Rasa memang indah, tapi tidak untuk selamanya. Rasa adalah sebagian anugerah jika kita bisa menyikapinya. Mungkin terkadang rasa sangat sulit untuk dipahami, namun ketahuilah Allah menumbuhkan rasa untuk menguji ketaatan seorang hamba-Nya. Maka kawan, jagalah rasa itu dengan baik jangan umbar rasa. Simpan dia dalam do'a ♥️
All Rights Reserved
#935
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Temaram (On Going)
  • Qoutes Islami
  • Pengingat Diri
  • Find Me !
  • After You (Selesai) ✔
  • Cinta Untuk Nabila (SELESAI✔)
  • Cinta Dalam Mihrab Taat  (⚠TELAH TERBIT⚠)
  • REKSHA ✔
  • senja di matamu

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines