Angin Pembawa Rasa

Angin Pembawa Rasa

  • WpView
    LETTURE 118
  • WpVote
    Voti 11
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, dic 15, 2019
Sungguh bodoh masa remaja kita ketika 'cinta' menjadi suatu permasalahan diantara beratus-ratus masalah yang menyangkut materi dan pelajaran serta peringkat kita di sekolah. Tapi tak apalah, sebab, cerita-cerita apa saja yang akan diceritakan kepada keturunan kita kelak nanti? Waktu 24 jam yang terkuras habis hanya membaca, menghafalkan buku paket sekolah dan mengingat rumus-rumus untuk ulangan fisika? Sangat membosankan! Dan satu hal, tak ada lagi yang lebih memusingkan tentang hal cinta terutama lagi ketika cinta itu merupakan cinta segitiga. Dafiq dan Hanan... Siapakah sebenarnya yang diinginkan Indila? Tentu saja, dia tidak bisa memborong keduanya. Kedua pria yang telah mengambil hatinya yang dibagi dua. Akan ku tanya sekali lagi, siapakah yang diinginkannya?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Felicia> Januari With You
  • Relationshit
  • RAYFA[END]
  • The Bad Twins [COMPLETE]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • RAKA
  •  First Love Again
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • ALANA [LENGKAP]
  • RAJAWALI

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti