We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DOPPELGANGER - Complete chap

DOPPELGANGER - Complete chap

  • WpView
    Reads 295
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing2h 16m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 20, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ku lihat disekeliling ruangan itu, aku tidak menemukannya. Kemana dia? Aku yakin dia yang melakukan ini.-Mina. Begitu bodoh seseorang dari masa depan mempercayai teori reinkarnasi seperti itu. Mungkin hanya teknologi yang semakin canggih dimasa depan, tetapi tidak dengan cara berpikirnya?-Dika. Sosok itu lagi duduk dikursi taman dan pandangannya ga lepas dari jam tangan yang dia pakai. Gue ga pernah liat itu sosok pakai jam selama ini, mungkin itu jam baru makanya dipelototin terus wakakak-Dadang.
All Rights Reserved
#128
doppelganger
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Aku Tunggu Tanpa Janji
  • BAYANG DALAM MATA
  • Selagi Bernama Kita
  • Your Arms[END]
  • Camellia
  • Dua Helai Daun
  • Classmate.
  • Imperfect [✓]
  • Senja Yang Mengikat

| POV ABANG KEDAI 📖 Sinopsis: Aku bukan siapa-siapa. Hanya pekerja biasa di sebuah kedai makan kecil. Tapi entah kenapa, sejak hari pertama dia datang dengan keluarganya. Aku rasa waktu aku mula bergerak ikut dia, bukan ikut jam dinding dapur. Dia selalu duduk di meja yang sama. Selalu dengan cara dia tunduk bila senyum. Dan aku, dari balik pintu dapur atau sambil bancuh air, tak pernah gagal perhati. Aku tak tahu nama dia. Tapi aku tahu suara dia bila pesan air suam. Aku tahu cara dia gelak bila main dengan adik dia. Aku tahu dia muncung bila tak puas hati dan aku jatuh hati pada semua tu. Kawan-kawan aku selalu perli. "Kalau suka, tegurlah." Tapi aku cuma senyum. Tegur macam mana, kalau aku sendiri pun takut bayang dia hilang bila aku terlalu dekat? Ini bukan cinta biasa. Ini tentang aku, yang hanya mampu jatuh hati dari jauh dan berharap, satu hari nanti bila dia datang lagi, aku ada cukup berani untuk kata "Saya tunggu awak, sejak lama dulu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines