Old Story - Do you Remember me?

Old Story - Do you Remember me?

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 8, 2019
"Bisakah kita bertemu lagi? Sahabat?" Iya, sudah bertahun-tahun lamanya laki-laki dalam bingkai foto itu menghilang dari pandanganku. Aku takut ketika semakin lama, aku mulai melupakannya. Melupakan suaranya yang selalu memanggilku dari seberang jalan ketika kami bertemu di kampus. Aku takut aku mulai melupakan pelukan hangatnya yang selalu menenangkanku. Aku takut ketika aku semakin melupakan senyumannya bahkan gelak tawanya. Kini aku semakin menua. Berjalanpun aku aku sudah tak mampu, entah apa lagi yang Tuhan ambil dariku sebelum akhirnya jiwaku. Sampai sekarang, aku masih merindukannya. Berharap aku menemukanmu. Brengsek! Bisa-bisanya kau pergi dariku seperti itu? Menghilang seenaknya! Aku menyuruhmu untuk menjauhiku itu maksudnya aku ingin kau selalu berada disampingku. Apa kau sebodoh itu sampai tidak mengerti? Lihatlah, sekarang aku akan mati dan kau masih tak mau menemuiku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • He is not My Best Friend (End)
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • Antara Aksara dan Kata
  • ASRAR|
  • Maaf✓
  • Kalau Aku Bukan Lagi Temanmu, Siapa Aku?
  • Loving in Silence [THE END]
  • It HURTS
  • DEVIAN [END]

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines