We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Agustus Haru Penikmat Rindu

Agustus Haru Penikmat Rindu

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 17, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Lama tak jumpa dengan mu Rindu kini menyelimuti ku Ingatkah kau akan dekapan itu? Di bawah sang saka merah putih kau melepas rindu bersama ku. - Rainada Kencana Dia adalah seorang sahabat dan mungkin juga teman dekat bagiku, kami bertemu di bawah tiang bendera selepas upacara usai. Itulah yang paling ku ingat tentang mu namun kau terlalu cepat berlalu hingga bagi ku kau hanyalah masa lalu. Kini harapan telah menjadi rindu yang sekedar pilu. Kami bertemu karna upacara di hari itu dan tak di sangka, setahun telah berlalu kau dan aku masih dapat bertemu di hari yang sama, waktu yang sama dan rasa yang sama namun kau terlalu terburu - buru meninggalkan aku sendiri di tengah pilu. Ini adalah sebuah kisah ku yang bercerita tentang Arga Yudha Bagaskara, lelaki yang berkenalan dengan ku di bawah sang saka merah putih selepas upacara telah usai. Ia memberi ku begitu banyak kenangan sehingga tak mudah bagiku untuk melupakan nya dan setahun telah berlalu kami kembali bertemu lagi di hari yang sama, perasaan yang sama namun kurasa tidak bagi dia dan tanpa ku duga itu adalah hari terakhir untuk kami bercengkerama dan melepas rindu yang terasa membebani bagiku. Dan kau, kau hanya pergi berlalu begitu saja dan menghancurkan harapan yang telah ku pupuk begitu lama hingga yang tertinggal hanyalah hampa terasa.
All Rights Reserved
#413
firstlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • DUNIA HAMPA
  • HESA 1975 | Lee Heeseung ✓
  • SEMESTAKU
  • Ruang yang tak Bernama
  • PRIHAL RUMAH DAN SEISINYA | ENHYPEN
  • Sacrifice Of Love

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines