Jiwa yang Terbelenggu

Jiwa yang Terbelenggu

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 16, 2018
Kemerdekaan adalah kebebasan. Namun bagi seorang wanita setengah baya belenggu perbudakan akan selalu mengikuti dirinya. Nasib buruk selalu datang. Menyesakkan dirinya. Ia hidup di kota metropolitan terasing seorang diri. Kehidupan yang katanya merdeka telah membelenggu dirinya untuk selama-lama. Namun ia tetap menerima. Ketika suatu hari sebuah kabar datang, seolah nasib buruk tak henti-hentinya datang menimpanya. Realitas hidup seorang wanita separuh baya dan kekecewaan yang membelenggunya. Adakah orang yang akan mendengarkan deritanya? atau yang ingin membaca kisahnya? Ikuti dalam kisah pilu ini. Jiwa yang terbelenggu. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#42
merahputih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hope Was My Mistake
  • Shadows of the Main Story
  • SMARA DIKTA
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Salah Target [Unpublish]
  • About SAMANTHA
  • Esok [Completed]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika

Dengan segenggam mimpi dan doa orang tuanya, Belvina, seorang gadis muda dari kota kecil, berangkat ke Jakarta untuk mengejar cita-citanya. Di balik senyumnya yang penuh harap, tersimpan tekad dan janji: ia harus berhasil, demi keluarga yang telah mengorbankan banyak hal demi masa depannya. Jakarta tidak ramah sejak awal-keras, penuh tuntutan, dan kerap membuatnya nyaris menyerah. Di tengah keterasingan itu, hadir Mahesa, seorang pria yang memberikan kenyamanan dan tempat bersandar. Mahesa menjadi rumah kedua bagi Belvina, tempat ia pulang saat dunia terasa terlalu berat. Ia menggantungkan banyak hal pada laki-laki itu: semangat, harapan, bahkan arah hidupnya. Namun lambat laun, kabut mulai menyingkap misteri yang disimpan mahes. Satu demi satu rahasia itu mencuat-tentang masa lalunya, tentang pilihan hidupnya, tentang siapa dia sebenarnya. Kehidupan Belvina perlahan terguncang, hingga ia sadar bahwa terlalu bergantung pada seseorang bisa membuatnya kehilangan dirinya sendiri. Di antara runtuhnya kepercayaan dan kaburnya tujuan, Belvina dihadapkan pada pilihan: tetap tinggal dalam ketidakpastian bersama Mahesa, atau bangkit sendiri dan mengingat kembali alasan mengapa ia merantau. Perjalanannya menjadi lebih dari sekadar mengejar mimpi-melainkan juga menemukan jati diri dan keberanian untuk berdiri, walau sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines