perbedaan menjadi satu

perbedaan menjadi satu

  • WpView
    Membaca 210
  • WpVote
    Vote 35
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadLengkap Sel, Sep 15, 2020
"Iyas, kamu itu egois dan murahan seperti wanita di luaran sana" Fatih memegang tangan Iyas yang membelakanginya. "Lepaskan" Iyas menghentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman Fatih. "Kenapa?bukankah kamu sama saja seperti mereka? Wanita yang dengan mudah dipegang atau disentuh, karena kamu itu murahan" Fatih berbicara penuh penekanan dan tersenyum menjijikan menatap Iyas. Iyas yang mendengarnya hanya bisa terus menundukkan kepalanya semakin dalam karena rasa sakit yang menghantam begitu keras. Pasti kalian bertanya² kan gimana jawaban Iyas? Terus apa jadi dengan hubungan mereka? Bagaimana kelanjutan ceritanya? Dengan itu kalian harus terus pantengin ceritanya, jangan lupa vote. Karena setiap vote kalian adalah semangat tersendiri untukku😊😊😊 Selamat membaca!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#202
hijrah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • HE'S COMEBACK
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Satuan Takdir
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Maaf' (Revisi)
  • Buah Malam Minggu
  • The Story of  Aisha Khumairah
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • Di Balik Niqab [TERBIT]

Siapa yang tahu kehidupan akan berakhir seperti apa ? Bahagia atau malah nelangsa ? Cinta juga begitu. Siapa sangka kisah pada masa lalu yang kembali hadir, namun membawa kisah baru. Menurutmu, ini akan menjadi bahagia, atau luka ? "Itu gamungkin Yo, aku ga bisa hidup dengan dua pilihan seperti itu. Lebih baik kita udahan aja." Seorang wanita cantik terduduk dengan lesu, menahan tangis yang kini memaksa untuk keluar. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya berharap tangisan itu tak terlihat. Tapi nihil, pria dihadapannya sudah terlanjur tahu. "Kalau nanti aku kembali, aku berharap kamu masih menjadi wanita yang sama. Dengan hati yang masih merasa ada aku. Aku pamit." Ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan wanitanya yang kini sudah mulai menangis tersedu. Tangisannya tak akan mengubah apapun, kan ? Bahkan mencegah kekasihnya untuk tidak pergi darinya pun, tak mungkin bisa. *** Asilah.R

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan