We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jiwana
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 20, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Tanpa memperdulikan angin dingin yang kini tengah menusuknya Wana tetap berdiri 1 meter dari hadapan Jiwa. "Kak Jiwa, aku cinta sama kakak!" teriaknya. Jiwa menutup matanya sesaat dan berusaha mengontrol emosinya. "Maaf Wana, saya tidak bisa." Jiwa akhirnya pergi meninggalkan Wana yang sudah terkulai lemas atas penolakan itu.
All Rights Reserved
#7
remajaislam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Infinity ✔
  • ALANA [REVISI]
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Memories Of Love  (SELESAI)
  • NERD GIRL [TAMAT]
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • WUNDE ( Selesai )
  • AZALEA
  • Dari Masya, untuk yang entah sedang dan ada di mana.

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines