Asam Garam

Asam Garam

  • WpView
    MGA BUMASA 12
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Aug 18, 2018
Di dalam bus pagi ini, aku masih berfikir keras bagaimana nanti ketika bertemu Bapak. Semenjak perginya tiga tahun lalu ke Negeri Jiran untuk melanjutkan hidup atau mati kelaparan sebagai gelandangan. Sebagai tanda tangung jawabnya sebagai suami ibu yg sakit berbulan-bulan lalu pergi pada Keharibaan. Aku rindu. Teduh matanya yg menyiratkan ketegasan seorang Bapak sejati. Aku memilih pergi dan merantau ke Surabaya setelah lulus SMA. Lebih tepatnya, aku sudah tidak kuat mendengar beberapa ocehan tetangga tentang betapa runyamnya keluargaku, semenjak ibu tiada. Broken Home. Bapak memilih pulang ke rumah orang tuanya, ke rumah Kakek dan Nenek. Berpamitan pada Mpuk yg hanya saudara tiriku. Almarhumah ibu pernah menikah lalu lahirlah Mpuk. Anak tiri Bapak. Jangan ditanya soal kasih sayang. Aku saja yg anak kandung bapak terkadang iri melihat bapak lebih sayang Mpuk daripada anak2 bapak yg lain. Semua berawal saat ibu mulai sakit. Diagnosis dokter, ibu mengidap penyakit cancer. Lain dokter, lain penyakit. Entahlah, saat itu aku masih duduk di bangku kelas XI akhir semester. Hanya bisa menatap ibu yg semakin hari semakin mengkhawatirkan. Semua berawal pada saat itu. Awal pecahnya perang dingin. Awal semua kebencian menguak perlahan. Awal desis yg tidak mengenakkan. 18 Oktober 2015, Ibu pergi untuk selamanya.
All Rights Reserved
#41
madani
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Rumah baru untuk Ibu
  • Membawa Lari Sang Bidadari
  • 5 Criteria To Be My Boyfriend
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Tentang Aku
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • May I Love You?
  • Heart & Vein END

#1 chicklit (27 Feb 21) #1 metropop (21 Feb 21) #1 doctor (14 Apr 21) #1 youngadult (15 Des 20) #1 fiksiumum (1 Mar 21) #1 spiritual (8 Feb 21) #1 mentari (15 Des 20) #1 getaran (11 Feb 21) #1 inspirasi (6 Jan 22) #1 acak (18 Mei 22) #3 romance (3 Mar 21) #3 kerja (28 Feb 21) #4 roman (28 Feb 21) #5 agegap (15 Des 20) #5 billionaire (17 Jun 21) #1 bestseller shining haha's book Aku miskin. Aku nggak punya mobil. Handphoneku belinya second. Ibuk sama Bapak harus irit-irit jatah makan dan uang jajan kami, untuk menutup angsuran cicilan di lintah darat. Itu karena Bapak ditipu orang. Adik-adikku masih sekolah. Untungnya di sekolah negeri. Dibayar pemerintah. Dan aku, terjebak jadi mahasiswi Kedokteran dimana parkiran fakultas didominasi oleh kendaraan roda empat milik teman-teman. Hidup susah merana derita tiada tara? Enggak!! Untuk menjadikan semua indah, Mentari tak harus bersinar, bukan? Buktinya, Mentari di saat senja jauh lebih cantik daripada terik di siang bolong. "Setiap orang punya kesempatan memperbaiki hidup, ngapain susah terus?" (dr. Gamma Narendra Sp.B-KBD, PhD) "Kamu nggak pernah susah. Jangan sok nasehatin orang-orang susah." (Meilani Mentari) ----------------------- SUDAH NAIK CETAK, TAPI DI SINI MASIH COMPLETED ya. 🌼(Keren banget ini novel mba. Serasa di dunia nyata. Sampe 10x bolak-balik baca kadang senyum2 sendiri, sampe nangis sendiri. -Irairmayanti) 🌼(Allohu Rabbi. Aku benar2 ih sama penulisnya nih. Drimana sih idenya bisa bagus kayak gni. Ceritanya g berbelit2 g rumit g byk konflik g ribet tpiii bikin aq ny nie jadi baper, senyum2 kayak orgil, mesem2 sendiri. Serius deh. Ini cerita TOP PAKE BANGET LHO. -Sarijuwita2). Terinspirasi dari KISAH NYATA. Mohon bijak dalam berkomentar. Dilarang memplagiat dan menyebarkannya ilegal. Jika terjadi, maka kejadian tersebut gak akan segan-segan saya bawa ke ranah pidana dan perdata.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman