Story cover for When Time Stop by NurulPratiwi390
When Time Stop
  • WpView
    Reads 1,708
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 41
  • WpView
    Reads 1,708
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 41
Ongoing, First published Aug 18, 2018
"Kamu suka novel fantasi? Kamu percaya? Harusnya kamu senang karena aku adalah penjelajah waktu yang khusus mencari kamu dari masa lalu," -Zaidan Zulfran-
                               φ(^ω^*)ノ
"Aku menyerah jika harus berhenti menyukaimu, aku tahu ini egois tapi aku gatau gimana perasaan kamu sama Ratna, dia tiba-tiba datang merebut segala perhatian yang sebelumnya kamu tujukan padaku, aku tidak membenci hal itu karena itu hak kalian, tapi aku gamau kamu jadi seseorang yang berbeda padaku, a a aku hanya ..." lidah Airin tercekat menghentikan kalimat selanjutnya.

"Zaidan, aku menyukaimu." -Airin Azzahra-
                                 φ(^ω^*)ノ
"Sepertinya legenda itu hanya bualan belaka," -Ratna Aliya-
                                 φ(^ω^*)ノ
Zaidan Zulfran, kini tengah terbaring kaku, hidupnya mati tak mati karena sejatinya ia masih seorang elves yang abadi. Darah elvesnya masih membuat dia hidup dalam dimensi lain saat jiwanya ia korbankan tanpa ragu untuk menyelematkan Airin. Ya, Airin Azzahra wanita yang sangat ia cintai baik di masalalu atau masa sekarang. Hanya Airin yang bisa membuatnya menjadi manusia yang utuh. 

Mata Airin terpejam saat Ratna menggenggam tangannya. Bolak-balik Airin melompati masa lalu juga memasuki dimensi lain yang tak pernah ia tahu hanya untuk menyelamatkan Zaidan, seseorang yang sudah dilegendakan untuk hidup bersamanya.
All Rights Reserved
Sign up to add When Time Stop to your library and receive updates
or
#8elves
Content Guidelines
You may also like
SENJA DI PUNCAK TANGKILING by Chaterine0202
2 parts Complete Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
Bukan Sekadar Janji Semesta (Selesai) by shakahazali
40 parts Complete
Apa jadinya kalau orang yang paling kau jaga hatinya... justru menjatuhkan hatinya ke orang lain? Airin, gadis berhijab syar'i dengan kecerdasan dan ketenangan jiwa, percaya bahwa cinta sejatinya telah ia temukan sejak SMA. Ia hidup berdampingan dengan dua sahabat karib dan satu laki-laki yang diam-diam mencintainya: Zayyid. Persahabatan mereka tumbuh dalam batas, hingga sebuah perasaan tak terduga hadir di antara mereka. Namun cinta tak pernah sederhana. Kekasih Airin pergi tanpa alasan, dan Zayyid, yang kini jadi tempat bersandar... justru telah berpaling hati pada wanita lain yang ia temui saat KKN di Kamboja. Di tengah hancurnya harapan, datang Maheer-sahabat Zayyid yang diam-diam menyimpan rasa sejak lama. Perlahan, lewat komunikasi dan ketulusan, Maheer jadi pelipur lara yang tak pernah Airin sangka. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini kisah tentang kehilangan, keteguhan hati, dan bagaimana semesta tak pernah ingkar janji-hanya menunda dan mengarahkannya pada cinta yang lebih layak. 💌 Kalau kamu pernah mencintai seseorang yang tak bisa kamu miliki, kisah ini akan terasa sangat dekat. 👉 Follow cerita ini sekarang untuk ikut menyelami luka dan bahagia bersama Airin. 💬 Vote dan tinggalkan komentarmu di setiap bab-karena kata-katamu adalah semangat penulis untuk terus melanjutkan kisah ini. 🚫 Dilarang keras menyalin, merepost, atau mempublikasikan ulang cerita ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penulis. Cerita ini adalah karya orisinal dan sepenuhnya hasil pemikiran penulis.
You may also like
Slide 1 of 8
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
Reborn (Mari Bersua) cover
Bukan Sekadar Janji Semesta (Selesai) cover
Behind You (ON GOING) cover
Finding a Soulmate cover
LDR cover

SENJA DI PUNCAK TANGKILING

2 parts Complete Mature

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".