We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Irena
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tahu aku tidak cantik. Aku tahu aku tidak kurus. Dan aku juga tahu aku tidak berbakat. Apakah bila begitu aku juga tidak boleh mencintai? Aku tahu kau tidak akan membalas perasaanku. Aku cukup sadar diri untuk itu. Ia jauh lebih baik dariku. »»»««« Kau tahu, dulu semuanya berjalan seperti biasanya. Bahkan, tanpa aku sadari aku telah jatuh hati padamu. Awalnya hanya nyaman, lalu berubah terlalu jauh. Aku terlalu jauh jatuh kepadamu. Bahkan mungkin aku sudah tak sanggup untuk mengulang friendzone yang kedua kalinya. »»»««« Dan ini terulang lagi. Aku terjatuh lagi. Dan untuk kali ini, aku jatuh dengan tepat. Tepat di hatimu dan kau pun begitu. Kamu berjuang seperti aku berjuang padamu dulu. Kuberikan kesempatan terindah ini padamu sang pemuja cinta.
All Rights Reserved
#136
rama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • ASKANATA [DISCONTINUED]
  • LENRIC [ALBERIC2]
  • ALFA [selesai]
  • Antara Cinta dan Sayang
  • FRIENDzone (Completed)
  • Saat Aku Melihatmu
  • DEVIAN [END]
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • NOISY SOUL [Ongoing]

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines