We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALMETA MYLER

ALMETA MYLER

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 9, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan Adrian sungguh membosankan mempunyai banyak hal tidak membuat dia bahagia hingga akhirnya dia bertemu dengan wanita yang cerewet dan berbanding terbalik dengan sikapnya. wanita yang memilih masuk ke kehidupannya tanpa diminta atupun diundang apa jadinya jika ternyata ketika perasaan itu datang kenyataan malah membuat kedua nya mengahadapi banyak hal? apakah mereka akan kembali ketempat mereka semula dan tetap bersikap seperti biasanya ataukah mereka memilih menentang takdir dan membuat pihak lain tersakiti? "aku mencintai mu. tidak bisakah kita menjalani nya saja tanpa memikirkan perasaan yang lain?" Pinta Adrian "aku sadar ini salah dan lebih baik kita hentikan saja " Almeta beranjak pergi meninggalkan pria itu
All Rights Reserved
#821
perselingkuhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detik Terakhir
  • Perfect Love
  • Behind Our Eyes
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • THE FIND LOVE
  • Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Ratusan Hari Mencari Hati

"Apa yang bisa memisahkan cinta sejati? Katakan padaku, Nayla." Suara Adrian bergetar, penuh dengan kepedihan yang berusaha ia tahan. Matanya menatap Nayla dengan putus asa, seolah mencari jawaban yang bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak emosi yang semakin menghimpit dadanya. Ia menoleh, menatap wajah Adrian untuk terakhir kalinya, sebelum akhirnya berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Takdir, Adrian..." Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Butirannya mengalir di pipi, bercampur dengan rintik hujan yang semakin deras. Adrian menatap Nayla tak percaya. Dengan penuh harapan, ia mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam tangan gadis itu sebagai bentuk permohonan, sebagai pegangan agar Nayla tidak benar-benar pergi. Namun, Nayla menepisnya. "Kalau begitu, aku akan menantang takdir itu!" suara Adrian semakin meninggi, hampir seperti teriakan yang penuh kepedihan. "Tolong, Nayla... jelaskan padaku! Kenapa kamu menjauh?" Tangis Nayla semakin pecah. Seluruh perasaannya ingin ia tuangkan, tetapi ia tahu, kata-kata tak akan mengubah keadaan. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat. "Takdir ini... tak bisa dilawan, Adrian..." suaranya lirih, seakan patah di tengah jalan. Ia berbalik, membelakangi Adrian. Langkahnya terasa berat, namun ia tahu, ia harus pergi. "Selamat tinggal..." Hujan semakin deras, seolah ikut menangis bersama mereka. Adrian tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, membawa serta hatinya yang hancur dalam keheningan sore yang kelam. Yuk saksikan kisah selanjutnya😍😍😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines