Ketikan Jari Jemari

Ketikan Jari Jemari

  • WpView
    Reads 1,465
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 17, 2019
بسم الله الر حمن الر حيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Dalam karya ini, penulis akan menuangkan apa-apa yang telah diketikkan oleh jari-jemari. Yang bersusah payah untuk membuat tulisan. Yang pada akhirnya akan menggugah minat buat pembaca menjadi pembaca yang setia. Mungkin hanya itu Wassalam.....
All Rights Reserved
#41
pertualang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Di Balik Patah Hati [SELESAI]
  • MAS WILDAN [END]
  • MUTIARA TAWASUL CINTA
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Diantara 2 Bidadari Surga [ On Going ]
  • Akad Cinta Raya

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines